Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Terus Ditekan AS, WikiLeaks Bakal Kesulitan Pendanaan

Senin 06 Dec 2010 07:48 WIB

Rep: Wulan Tanjung Palupi/AP/ Red: Budi Raharjo

Wikileaks

Wikileaks

REPUBLIKA.CO.ID,BERLIN--WikiLeaks telah kehilangan sumber utama pendapatannya setelah penyedia pembayaran online PayPal menutup rekening yang digunakan untuk memberikan donasi bagi situs itu. Alasan PayPal, perusahaan yang berbasis di San Jose, AS ini adalah situs Wikileaks terlibat dalam aktivitas ilegal.

Pengumuman itu merupakan hantaman keras bagi WikiLeaks yang tengah berjuang agar situs mereka masih bisa diakses setelah penyedia layanan jaringan seperti Amazon, yang juga berbasis di AS, memutus kontrak dengan mereka.

Hambatan demi hambatan menghadang WikiLeaks yang bersuaha agar tetap dapat beroperasi. Perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan operasional WikiLeaks diawasi secara ketat.

Selain menghadapi kesulitan dari sisi teknis operasional, situs besutan Julian Asssange ini juga menghadapi tekanan hukum termasuk di AS. Sementara ada kabar yang beredar bahwa mantan kolega Assange akan meluncurkan situs serupa.

Menyumbangkan uang untuk WikiLeaks melalui PayPal tidak mungkin lagi pada hari Sabtu, menghasilkan pesan error yang mengatakan: ". Penerima ini saat ini tidak dapat menerima uang"

Pada akhir pekan lalu, bagi para simpatisan yang ingin menyumbang untuk Wikileaks melalui PayPal menerima keterangan bahwa penerima untuk sementara tidak dapat menerima kiriman uang. 

Dalam blognya, PayPal mengatakan penutupan akun WikiLeaks dilakukan karena adanya pelanggaran kebijakan penyedia layanan. "Pelayanan pembayaran kami tidak dapat digunakan untuk kegiatan yang mendorong, mempromosikan, memfasilitasi atau menginstruksikan orang lain untuk terlibat dalam aktivitas ilegal, " demikian pernyataan mereka.

Pemberitahuan singkat itu bertanggal Jumat (3/12), dan juru bicara PayPal di jerman menolak memberikan keterangan dan mengatakan silakan merujuk ke pernyataan resmi di blog mereka. Sementara WikiLeaks telah mengkonfirmasi masalah terbaru mereka melalui akun Twitter-nya dengan mengatakan, 'PayPal menutup rekening WikiLeaks karena tekanan pemerintah AS.

PayPal merupakan anak perusahaan yang berbasis pasar online E-Bay Inc, menawarkan layanan pembayaran online yang merupakan salah satu WikiLeaks mengumpulkan sumbangan. Hingga saat ini menerima donasi  - dan sampai sekarang mungkin cara yang paling aman dan nyaman untuk mendukung operasi organisasi tersebut.

Pilihan lain yang tercantum di website WikiLeaks untuk menyalurkan sumbangan adalah melalui surat ke kotak pos Australia, melalui transfer bank ke rekening di Swiss, Jerman atau Islandia, serta melalui mitra pemrosesan kartu kredit di Swiss.

Akun PayPal WikiLeaks  adalah akun milik yayasan Jerman yang memberikan dukungan dana bagi WikiLeaks. Yayasan  Wau Holland, yang mengambil nama hacker Jerman, melalui pesan Twitter-nya menyatakan bahwa akun WikiLeaks di PayPal telah ditutup.

Pimpinan yayasan itu Winfried Motzkus, pada sebuah wawancara pada awal pekan ini menyatakan WIkiLeaks memiliki anggaran yang amat kektat dengan dana 200 ribu dolar per tahun. Situs ini tidak memiliki kantor pusat dan hanya memiliki beberapa orang staf. Segala sesuatu terkait WikiLeaks memang masih samar-samar. Nagaimana mereka beroperasi pun masih belum jelas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA