Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Inilah Penuturan Rakyat Mesir dalam Masa Krisis

Sabtu 05 Feb 2011 02:39 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Sukarelawan mengamankan jalannya demonstrasi di Alexandria, Mesir, Selasa (2/2).

Sukarelawan mengamankan jalannya demonstrasi di Alexandria, Mesir, Selasa (2/2).

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Ribuan rakyat Mesir turut ambil bagian dalam "hari keberangkatan" untuk mencoba menggulingkan Presiden Hosni Mubarak Terjadi peningkatkan kehadiran tentara di Lapangan Tahrir, Kairo. Hampir di setiap penjurut Mesir, situasi dipenuhi kekerasan dengan laporan tembakan senjata api sementara di beberapa bagian kondisi sunyi senyap.

Rakyat Mesir yang tinggal di luar ibu kota telah menyuarakan pengalaman mereka sejak unjuk rasa hari pertama dan juga harapan mereka di masa depan. Berikut ini adalah penuturan warga Mesir seperti yang dilaporkan BBC

May El Tabbakh, Alexandria

Ada situasi serius menyangkut kurangnya keamanan di sini. Semua lelaki memenuhi jalan-jalan dan mereka bersenjata untuk melindungi rumah mereka. Baik suami saya atau lelaki lain tak ada yang tidur. Belum lagi tahanan kabur yang menjadi masalah besar.

Ada dua teori akibat keamanan yang lemah, pertama pemerintah telah menarik pasukan atau polisi takut dengan kemungkinan sabotase.

Jadi siapa yang harus melindungi kami. Polisi telah mengecewakan rakyat. Saya berharap pada pemulihan keamanan dengan segera.

Saya telah mengunci diri dalam rumah lebih dari sepekan saat ini. Saya mendengar suara tembakan dan orang-orang berjuang di luar sana.

Orang-orang tidak bisa pergi bekerja. Mereka yang mampu tentu mereka memiliki stok makanan cukup. Namun bagi yang miskin situasi sungguh membuat mereka menderita, mereka kelaparan.

Saya mencintai negara saya namun kami  tidak pernah beruntung dengan sistem negara yang berjalan selama ini. Kami banyak memiliki masalah sosial.

Orang-orang telah dibungkam selama 30 tahun dan saya memuji serta mendukung gerakan kaum muda yang berunjuk rasa demi demokrasi sejak 25 Januari lalu. Namun saya pikir orang-orang perlu tenang sejenak agar kita dapat membangun masyarakat demokratik.

Saya berusia 32 tahun dan bagi saya Mesir adalah Mubarak. Menggulingkan posisinya adalah sebuah langkah besar yang perlu diambil. Saya berterimakasih pada Mubarak yang telah membuat perubahan dan bersikap positif dalam respon terhadap situasi yang terjadi. Ini sebuah pencapaian.

Namun kami butuh tiga atau empat bulan untuk berpikir tentang ini dan siapa sosok terbaik untuk mewakili saya di negara.

Saya tak menginginkan Mohamed ElBaradei dan tidak pula Ikhwanul Muslimin. Kami sungguh butuh waktu untuk memikirkan dengan jernih siapa yang pantas menjadi pemimpin baru.

Suami saya telah bergabung bersama pengunjuk rasa. Namun sungguh ini bukan sekedar turun ke jalan melainkan seberapa matang anda merespon situasi yang berubah.

Margaret, Giza

Saya sudah tidak keluar rumah sejak Senin. Ketika pagi hingga siang suasana tenang, begitu malam kembali mencekam dengan suara tembakan.

Para lelaki keluar untuk melindungi rumah-rumah keluarga kecil mereka di jalan. Setiap orang bertanggung jawab dan itu sungguh luar biasa, memberdayakan dan sangat bersahaja.

Polisi normalnya tidak berada di sekitar. Ini area yang tenang. Namun ketika saya keluar pada Senin lalu, tentara berada di mana-mana.

Warga lokal terutama bekerja di industri pariwisata, paling banyak di Piramida. Namun Piramida dan hotel telah ditutup, sehingga pemasukan untuk banyak keluarga telah menguap.

Saya yakin cukup aman untuk bepergian selama orang-orang mengenal saya di sini. Namun saya memilih berjaga-jaga. Sebagai orang asing saya hanya akan bepergian dengan teman Mesir atau memanggil seorang sopir taksi yang saya kenal

Pada awal unjuk rasa, ada demonstrasi di Jalan Piramida namun sejak itu, jalan begitu sepi. Orang-orang mulai menunduk.

Mayoritas orang asing tidak paham bagaimana hidup di sini--semua yang mereka tahu adalah hidup seperti di Inggris. Kapan pun saya diinapi seorang teman saya harus berkata 'jangan berbuat ini' dan 'jangan begitu' karena mereka tidak tahu bahwa ini adalah negara milik polisi.

Preman sepenuhnya mampu melakukan apa yang mereka mau dan polisi rahasia lebih cenderung seperti tentara pengendali--saya pikir sebagian besar masalah timbul akibat ulah mereka.

Saya cemas terhadap masa depan. Saya yakin semua nanti akan selesai namun bagaimana anda membongkar status quo mendasar yang telah terjadi di negara ini. Tapi terlepas itu semua saya tetap tinggal di sini karena kehidupan saya di sini.

Emad Kamel, Qena

Orang-orang di sini di Qena berada di belakang Mubarak. Saya pun mendukungnya. Kami menyukainya dan tak seorang pun menginginkan ia pergi.

Media hanya fokus pada Lapangan Tahrir dan tidak melaporkan apa yang terjadi di area lain di Mesir. Budaya di Mesir tidak seperti di Tahrir.

Apa yang anda lihat di Tahrir hanya satu bagian dari Mesir. Tidak semua orang di sana. Ada 80 juta rakyat lain yang bersama Mubarak.

Saya ingin orang-orang tahu gambaran sebenarnya. Tidak ada protes di sini. Kehidupan berjalan normal di sini. Saya masih bisa keluar dan bekerja.

Presiden Mubarak tidak akan meninggalkan negera ini sekarang karena apa yang sedang terjadi. Ia mencintai rakyatnya.

Saya bahagia dengan kepemimpinannya. Namun kini ia berusia 86 tahun dan kalau ia memang menginginkan ia tetap harus ikut dalam pemilu September.

Saya cemas bila Ikhwanul Muslimin mengambil alih kekuasaan, maka akan berlaku hukum Islam di Mesir. Saya seorang Kristiani dan saya pikir akan sangat buruk bila mereka menjalankan pemerintahan. Kami semua akan hidup dalam neraka.

Anonim, Sharm El Sheikh

Kami begitu terisolasi di sini dan saya terkejut mendengar apa yang terjadi di Mesir. Saya berbicara dengan teman-teman tentang liputan media dan kami sangat bingung.

Media negara mengatakan demonstran menyebabkan masalah dan semua persediaan akan segera mengalami kekurangan, mereka menyalahkan jurnalis dan orang asing. Sementara Al Jazeera melaporkan sesuatu yang sepenuhnya berbeda.

Hari ini kami berhasil mendapat pasokan makanan. Tak begitu banyak makanan tersedia pekan lalu. Bank-bank tutup dan kami secara berkala terus mengecek ke ATM-ATM. Kami diberitahu mereka mungkin akan buka Ahad. Kita lihat saja nanti.

Di mana pun tak ada turis di sekitar yang biasanya kami miliki. Beberapa pekerja tidak bisa pulang ke bagian lain Mesir karena tidak ada penerbangan domestik yang beroperasi. Transportasi bus juga jarang.

Hotel-hotel menunggu para staf pengganti untuk rotasi Namun karena masalah tranportasi, staf tak bisa kembali ke tempat kerja. Mereka juga sebagian enggan karena tidak dibayar sejak 1 Februari lalu.

Ada jurang besar antara mereka yang kaya dan miskin. Saya sangat prihatin dengan kaum papa karena mereka semakin tak bisa makan. Ini waktunya untuk perubahan.

Orang-orang mulai merasa dapat berbicara lebih bebas saat ini, karena sebelum protes terjadi mereka sungguh takut bersuara. Namun rakyat juga malu terhadap presepsi dunia terhadap Mesir dan mereka ingin segala sesuatu berjalan normal.

Saya pikir Mubarak harus mundur saat ini juga untuk memungkinkan negosiasi dengan oposisi dan transisi cepat kekuasaan.

Kami sendiri cukup merasa aman tinggal di sini, kecuali bila tiba-tiba ada perubahan situasi atau terjadi kekurangan pasokan makanan dengan parah. Bila saja saya tinggal di Kairo mungkin saya akan mempertimbangkan untuk pindah.

Sumber : bbc
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA