Rabu, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 Januari 2019

Rabu, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 Januari 2019

Australia Akui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel

Sabtu 15 Des 2018 10:20 WIB

Rep: Marniati/ Red: Friska Yolanda

Scott Morrison sekarang menjadi perdana menteri australia yang baru menggantikan Malcolm Turnbull.

Scott Morrison sekarang menjadi perdana menteri australia yang baru menggantikan Malcolm Turnbull.

Foto: ABC
Australia belum akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Keputusan ini mengubah kebijakan Australia selama puluhan tahun.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Sabtu (15/12) mengatakan Australia belum akan segera memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

Baca Juga

"Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang menjadi pusat Knesset (Parlemen Israel) dan banyak lembaga pemerintahan, adalah ibu kota Israel. Kami berharap untuk memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem Barat setelah penentuan status akhir," katanya kepada wartawan di Sydney.

Morrison mengatakan pada Oktober lalu bahwa dia terbuka untuk kemungkinan pemindahan kedutaan Australia ke Yerusalam. 

Amerika Serikat (AS) akhir tahun lalu telah mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.  Presiden Donald Trump telah memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei lalu. Keputusan Trump ini membuat marah orang-orang Palestina, dunia Arab  dan sekutu Barat.

Baca juga, Delegasi Palestina: Australia Bisa Rusak Perdamaian Timteng

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA