Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Ikon McDonald's di Kayu Salib, Umat Kristen Israel Meradang

Rabu 16 Jan 2019 13:38 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah

Patung McJesus yang menuai kontroversi di Israel.

Patung McJesus yang menuai kontroversi di Israel.

Foto: ABC.Net
Pihak museum berdalih ini murni sebagai karya seni dan tak berunsur penghinaan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Sebuah pemeran seni yang menampilkan ikon makanan cepat saji Ronald McDonald's terpatri di kayu salib telah memicu kemarahan umat Kristen di Haifa, Israel. Mereka meminta patung berjudul “McJesus” itu dicopot dari museum.    

Aksi protes berlangsung pada akhir pekan lalu. Minoritas Arab-Kristen di Haifa menganggap patung McJesus adalah sebuah pelecehan serta serangan terhadap agama mereka. Beberapa warga Kristen yang tak kuasa membendung amarahnya bahkan melempari museum dengan batu dan bom molotov.    

Serangan itu menyebabkan petugas museum terluka. Kerumunan massa akhirnya dibubarkan secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan granat setrum.   

Direktur Museum, Nissim Tal, mengatakan karya McJesus tidak dimaksudkan untuk menyerang atau melecehkan Kristen. Karya itu bentuk kritik seniman terhadap kapitalisme, dominasi perusahaan, dan bagaimana masyarakat modern menyembah atau mengagungkan dewa-dewa palsu.   

Tal mengklaim, selama berbulan-bulan dipamerkan, termasuk di sejumlah negara lainnya, karya McJesus tak menuai protes atau kecaman. Oleh sebab itu dia menolak menarik karya itu dari museumnya.   

“Jika kita menurunkan karya seni, hari berikutnya kita akan mendapati politisi menuntut kita mengambil hal-hal lainnya turun dan kita akan berakhir hanya dengan gambar-gambar bunga berwarna-warni di museum,” katanya dikutip laman RT pada Rabu (16/1).   

“Kami akan mempertahankan kebebasan berbicara, kebebasan seni, kebebasan budaya, dan tidak akan menjatuhkannya,” ujar Nal menambahkan.   

Sementara itu Wadie Abu Nassar, seorang penasihat pemimpin gereja yang menuntut karya McJesus ditarik dari museum menilai, perlu dipahami bahwa kebebasan berekspresi ditafsirkan dengan cara yang berbeda. “Jika karya itu ditujukan terhadap non-Kristen, dunia akan terbalik,” ucapnya.  

Museum di Haifa kini menggantung pengumuman di muka bangunannya yang menyatakan bahwa karya McJesus tidak dimaksudkan menyinggung atau menyerang umat Kristen. 

Namun umat Kristen di sana tetap menuntut karya itu ditanggalkan. Satu warga Kristen bahkan berkemah di depan gedung museum dan menolak pergi hingga patung itu ditarik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB