Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Penunjukan Friedman Pertanda AS Ubah Gaya dalam Isu Palestina

Jumat 16 Des 2016 18:56 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Teguh Firmansyah

David Friedman

David Friedman

Foto: TimesofIsrael

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan Penasihat Pemerintah untuk Timur Tengah, Aaron David Miller mengatakan, penunjukan David Friedman oleh Donald Trump menjadi Duta Besar Amerika untuk Israel merupakan pertanda akan ada perubahan besar dalam cara, gaya, dan subtansi Pemerintah Amerika menghadapi isu Israel-Palestina. Cara yang dilakukan pemerintahan Trump akan jauh berbeda dengan Obama.

"Saat ini proses perdamaian Israel-Palestina telah mati, bahkan Pemerintahan Obama saja gagal dalam mendamaikan mereka. Namun saat ini masih terlalu dini jika menilai penunjukan Friedman sebagai bentuk ketidaksetujuan Trump terhadap terciptanya solusi dua negara," ujar Miller.

Para pembantu Trump, kata dia, mengirimkan sinyal-sinyal yang tak jelas. Jadi hingga saat ini belum diketahui apakah benar Kedutaan Besar Amerika akan dipindahkan ke Yerusalem.

Selama ini Kedutaan Besar Amerika berada di Tel Aviv selama 68 tahun. Namun saat kampanye, Trump memang menjanjikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Jika ini terjadi, berarti Amerika mengubah tatanan politik di Timur Tengah.

Pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem akan membuat marah dunia Muslim. Ini juga akan memprovokasi Muslim di seluruh dunia.

Apalagi selama ini PBB tak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. PBB juga mengecam aneksasi yang dilakukan Israel terhadap Yerusalem Timur pada saat Perang Timur Tengah 1967.

Baca juga, Donald Trump Menangkan Pilpres AS.

Yerusalem masih menjadi perebutan antara Israel dan Palestina hingga saat ini. Palestina menilai Yerusalem merupakan ibukota masa depan Palestina yang penuh sejarah dan suci.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat mendukung Trump dalam pemilihan presiden di Amerika. Ia mengobrol dengan Trump melalui telepon, selain itu juga memposting video Trump di Facebooknya, mempromosikan persahabatan abadi antara Israel dan Amerika.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA