Senin 04 Mar 2019 11:09 WIB

Abbas Kunjungi Irak Bahas Nasib Al-Aqsha

Abbas menolakan tawaran perundingan AS.

Mahmoud Abbas - Presiden Palestina. Senin(7/3).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Mahmoud Abbas - Presiden Palestina. Senin(7/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Ahad malam (3/3) bertemu dengan Perdana Menteri Irak Abel Abdul Mahdi di Ibu Kota Irak, Baghdad.

Kedua pejabat senior itu membahas perkembangan-politik terkini dalam masalah Palestina, terutama pelanggaran Israel terhadap Al-Quds (Yerusalem) dan tempat suci baik buat umat Muslim maupun Kristen, termasuk Masjid Al-Aqsha.

Baca Juga

Presiden Abbas memberi penjelasan kepada Abdel Mahdi soal keteguhan rakyat Palestina di Al-Quds membela Masjid Al-Aqsha terhadap pelanggaran sistematis Israel dan upaya untuk mengubah kebudayaan dan ciri khas budaya Al-Quds,

Mereka juga membahas berbagai masalah dengan kepentingan timbal-balik dan hubungan bilateral antara kedua negara dan cara meningkatkannya di seluruh bidang.  Demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA.

Presiden Abbas menekankannya, pentingnya mendorong Israel agar bertindak sebagai negara di atas hukum internasional. Abbas juga menilai AS tak lagi memenuhi syarat untuk mengurus perundingan setelah mengumumkan Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya di sana.  AS juga mengizinkan dilanjutkannya kegiatan permukiman, serta pemotongan bantuannya buat Lembaga Pekerjaan dan Bantuan PBB buat Pengungsi Palestina (UNRWA).

Presiden Abbas kembali menyampaikan penolakannya atas apa yang dinamakan oleh AS "Kesepakatan Abad Ini". Tawaran AS tidak dilandasi atas keabsahaan serta resolusi internasional dan bertujuan menghapuskan masalah Palestina.

Sementara itu Presiden Irak Barham Saleh menegaskan masalah Palestina akan tetap menjadi masalah inti, dan "kami akan terus membela hak rakyat Palestina".

Ia menegaskan kehadiran kuat Irak di wilayah tersebut memungkinkannya membantu mencapai tujuan rakyat Palestina.

Pertemuan itu dihadiri oleh Ketua Dinas Intelijen Umum Majed Faraj, Penasehat Urusan Ekonomi Abbas --Mohammad Mustafa, Penasehat Diplomatik Abbas --Majdi Al-KHalidi, dan Duta Besar Palestina untuk Irak, Ahmad 'Aqel, serta Yasser Abbas.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement