Senin 25 Mar 2019 08:20 WIB

Presiden Honduras Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Hernandez akan membuka kantor dagang di Yerusalem.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Foto: muhammad subarkah
Masjidil Aqsa di Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, TEGUCIGALPA -- Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez mengatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hernandez mengatakan akan membuka kantor dagang di sana tapi ia belum berencana memindahkan kedutaan besar.

Selama beberapa bulan terakhir Hernandez sudah memberi sinyal pemerintahannya akan memindahkan kedutaan Honduras ke Yerusalem. Pernyataan Yerusalem ibu kota Israel ini diungkapkan dalam konferensi pers hubungan AS-Israel.

"Hari ini saya umumkan langkah pertama, yang mana untuk membuka kantor perdagangan di Yerusalem, ibu kota Israel, dan memperpajang kedutaan besar kami di Tel Aviv," kata Hernandez dalam pernyataan yang dirilis pemerintahnya, Senin (25/3).

Pernyataan Hernandez ini mengikuti pengakuan resmi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hernandez sadar pernyataannya ini akan menuai banyak kecaman.

"Saya sudah katakan langkah kedua akan menarik banyak serangan dari musuh Israel dan Amerika Serikat, tapi kami akan meneruskan jalan ini," kata Hernandez.

Pada Mei tahun lalu Trump memindah kedutaan besar AS ke Yerusalem. Langkah ini menuai banyak kecaman dari masyarakat internasional dan membuat marah rakyat Palestina.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement