Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

PM: Keputusan AS Terkait Palestina Terburuk Abad Ini

Rabu 24 Apr 2019 09:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

Warga Tepi Barat Palestina menaiki tangga untuk menlintasi tembok pemisah yang dipasang Israel untuk shalat jumat di Kompleks Al Aqsa, Jumat (8/6). Mereka dilarang memasuki Yerusalem berdasar batas umur minimal yang boleh memasuki Al Aqsa.

Warga Tepi Barat Palestina menaiki tangga untuk menlintasi tembok pemisah yang dipasang Israel untuk shalat jumat di Kompleks Al Aqsa, Jumat (8/6). Mereka dilarang memasuki Yerusalem berdasar batas umur minimal yang boleh memasuki Al Aqsa.

Foto: Alaa Badarneh/Antara
Pencaplokan bagian Tepi Barat oleh Israel merusak solusi dua negara.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH --  Perdana Menteri Palestina Muhammad Ishtayeh menyebut berbagai tindakan dan keputusan Amerika Serikat terkait Palestina merupakan tindakan dan keputusan terburuk abad ini. Diantara tindakan dan keputusan Amerika yakni mengurangi dana bantuan untuk Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (UNRWA), memindahkan kedutaan ke Yerusalem serta mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ishtayeh mengatakan hal tersebut dalam sebuah pertemuan dengan senator Amerika Serikat, Roy Wyden di Ramallah. Menurut Ishtayeh, pencaplokan bagian Tepi Barat atau disebut kok pemukiman telah merusak solusi dua negara dan menghilangkan peluang membangun negara Palestina yang merdeka di perbatasan sejak 1967.

“Kita harus memisahkan hubungan Palestina-Amerika dari proses perdamaian atau proses politik yang sedang berlangsung. Kebuntuan proses perdamaian tidak boleh dijumpai dengan hukuman atau pemerasan dari pemerintahan Amerika pada rakyat Palestina. Kami ingin itu menjadi perantara perdamaian yang jujur,” kata Ishtayeh seperti dilansir Maan News, Rabu (24/4).

Dalam pertemuan itu, Ishtayeh juga meminta kongres AS mengikuti banyak parlemen dunia lainnya dan memilih mengakui Negara Palestina dan mencabut sanksi yang dikenakan pada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA