Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Ribuan Warga Gaza Peringati Hari Nakbah

Kamis 16 May 2019 01:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Reiny Dwinanda

Rakyat Palestina menggelar demonstrasi di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, Rabu (15/5). Palestina memperingati Hari Nakbah ke-71 yang menandai pengusiran massal mereka saat perang Timur Tengah 1948. Demonstrasi terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Rakyat Palestina menggelar demonstrasi di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, Rabu (15/5). Palestina memperingati Hari Nakbah ke-71 yang menandai pengusiran massal mereka saat perang Timur Tengah 1948. Demonstrasi terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Foto: AP
Hari Nakbah ialah hari terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya yang dijarah Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza menggelar demonstrasi dalam rangka memperingati 71 tahun Hari Nakbah. Nakbah yang berarti "petaka" atau "kehancuran" merupakan hari terusirnya rakyat Palestina saat pembentukan negara Israel.

Setidaknya terdapat 10 ribu warga Palestina di Gaza yang berpartisipasi dalam peringatan 71 Tahun Hari Nakbah.

Baca Juga

"Rakyat kami bangkit hari ini untuk mengumumkan penolakan mereka terhadap kejahatan ini dan untuk menegaskan hak mereka atas Palestina, seluruh Palestina," ujar pemimpin kelompok Jihad Islam Khader Habib.

Habib menegaskan bahwa Palestina tak akan bisa menerima pendudukan yang dilakukan Israel. "Palestina adalah milik kami, laut adalah milik kami, langit adalah milik kami, tanah adalah milik kami, dan orang-orang asing itu harus disingkirkan," kata Habib.

Salah satu warga Gaza yang berpartisipasi dalam aksi tersebut adalah Jamila Mahmoud (50 tahun). Dia mengatakan, keluarganya tinggal di Asqlan sebelum terusir. Saat ini, Israel telah mengubah nama daerah tempat tinggalnya itu menjadi Ashkelon.

"Jika kami tidak kembali, mungkin anak-anak dan cucu-cucu kami akan melakukannya, suatu hari kami akan mendapatkan hak-hak kami kembali," ujar Mahmoud.

Saat Israel berdiri pada Mei 1948, sekitar 700 ribu warga Palestina terusir dan dilarang kembali ke tanah mereka. Sekitar 80 persen tanah Palestina dijarah Israel.

Warga Palestina kemudian mengungsi ke beberapa negara Arab. Jumlah pengungsi Palestina yang saat ini tak bisa pulang ke tanahnya diperkirakan telah mencapai tujuh juta orang.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA