Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Israel Minta Bantuan Mesir Padamkan Kebakaran Hutan

Ahad 26 May 2019 00:32 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Endro Yuwanto

Kebakaran di Haifa Israel

Kebakaran di Haifa Israel

Foto: AP/Ariel Schalit
Israel bersiap menghadapi kebakaran hutan menyusul meningkatnya gelombang panas.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM --- Israel meminta bantuan Mesir dan empat negara di Eropa mengirimkan bantuan pesawat pemadam kebakaran untuk membantu menangani kebakaran hutan di negara itu. Gelombang panas terus meperburuk kondisi di sejumlah titik hingga membuat Pemerintah Israel mengevakuasi warganya di beberapa kota kecil.

Dalam rapat darurat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel telah meminta bantuan internasional untuk menangani kebakaran yang terjadi.

“Pesawat pemadam kebakaran datang dari Yunani, Kroasia, Italia, dan Siprus. Mesir atas perintah Presiden Abdel Fatah El Sisi juga telah mengirimkan dua helikopter untuk membantu Israel,” kata Netanyahu kepada wartawan seperti dilansir Arab News pada Ahad (26/5).

Netanyahu juga menyatakan, Otoritas Palestina dan Rusia juga telah menawarkan bantuan. Israel tengah bersiap menghadapi kebakaran hutan menyusul meningkatnya gelombang panas yang tak kunjung reda. Netanyahu pun menyatakan negaranya sangat menghargai bantuan sejumlah negara untuk mengatasi kebakaran yang terjadi. “Saya sangat berterima kasih atas kesiapan negara tetangga untuk membantu kami di saat krisis, sama seperti kami membantu mereka,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengatakan kobaran api di wilayah antara Yerusalem dan Tel Aviv sebagian besar telah terkendali, kendati demikian cuaca yang tak mendukung membuat risiko kebakaran semakin besar. Sekitar 3.500 penduduk di kota-kota kecil di jalur yang mengalami kebakaran telah dievakuasi. Namun puluhan rumah terbakar.

“Saat ini, penanganan telah dilakukan dengan cara terbaik. Namun tantangannya masih ada di depan, mengingat kondisi cuaca, angin, dan panas yang ekstrem,” kata Netanyahu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA