Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Sejarah Hari Ini: Inggris Diserang Wabah Flu

Ahad 06 Jan 2019 07:22 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Sakit akibat terserang flu (ilustrasi)

Sakit akibat terserang flu (ilustrasi)

Foto: MASHAROSHEN.COM
Rumah sakit dipenuhi pasien yang terpapar virus flu.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Hari ini pada 6 Januari 2000 masyarakat Inggris dihebohkan dengan wabah flu. Banyak di antara rumah sakit di Inggris menangani pasien karena wabah flu tersebut meskipun belum diklasifikasikan sebagai epidemi.

Di Skotlandia, angka terakhir pasien menunjukkan bahwa jumlah orang yang menderita penyakit seperti flu meningkat dua kali lipat. Peningkatan serupa juga terjadi di Inggris dan Wales.

Di Liverpool, rumah sakit telah membatalkan semua operasi non-darurat dalam mengatasi kekurangan tempat tidur oleh sebab banyak yang terpapar flu. Beberapa pasien pun harus menginap semalam di kursi roda sambil menunggu perawatan. Di London, 275 tempat tidur perawatan intensif di ibu kota penuh oleh pasien flu.

Pakar kesehatan mengatakan, wabah flu telah diperburuk oleh fakta bahwa orang-orang yang rentan seperti orang tua, belum dapat divaksinasi. Layanan Laboratorium Kesehatan Masyarakat mengatakan, vaksinisasi tidak seperti yang seharusnya dilakukan pada orang-orang berisiko tinggi.

Krisis itupun menjadi sasaran bagi politisi oposisi yang berusaha menagih janji-janji pasca-pemilihan Partai Buruh tentang reformasi radikal dari the National Health Service (NHS). Pemerintah Inggris menyatakan wabah flu terburuk selama satu dekade. Namun, pihak oposisi menuduh mereka melebih-lebihkan efek dari wabah flu saat ini untuk menutupi kegagalan kebijakan kesehatan pemerintah.

Sembilan belas negara bagian AS dan beberapa negara Eropa saat itu memperluas kapasitas medis mereka hingga pada batasnya saat epidemi flu terjadi. Sekretaris Jenderal Royal College of Nursing Christine Hancock mengatakan kepada BBC bahwa masalahnya bukan terletak pada kekurangan tempat tidur, tetapi di rumah sakit yang terlalu sedikit perawat untuk merawat pasien.

Meski demikian, Sir Alan Langlands, kepala eksekutif NHS, Sir Alan Langlands yakin para pasien mendapatkan perawatan yang tepat. "Siapa pun yang akan mendapat manfaat dari perawatan intensif mendapatkan perawatan itu dari layanan kesehatan," ujar dia seperti dikutip BBC, Ahad (6/1).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA