Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Sejarah Hari Ini: Earhart Terbang dari Hawaii ke Kalifornia

Jumat 11 Jan 2019 07:04 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Kepulauan Hawaii

Kepulauan Hawaii

Foto: VOA
Earhart menjadi perempuan pertama yang melintasi Atlantik dengan pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, Pada 11 Januari 1935, pilot perempuan pertama dunia dari Amerika Serikat (AS), Amelia Earhart melakukan penerbangan solo dari Hawaii ke Kalifornia. Penerbangan ini dipicu oleh sebuah perusahaan Hawaii yang menawarkan hadiah sebesar 10 ribu dolar AS kepada siapapun yang berhasil melakukannya.

Earhart berangkat dari pangkalan udara Wheeler Field di Honolulu. Keesokan harinya, setelah menempuh perjalanan sejauh 2.400 mil dalam 18 jam, dia dengan aman mendarat di Bandara Oakland di Oakland, Kalifornia.

Seperti dilansir di History, pada 21 Mei 1932, tepat lima tahun setelah pilot Amerika Charles Lindbergh menjadi orang pertama yang terbang solo melintasi Samudra Atlantik, Earhart menjadi perempuan pertama yang mengulang prestasi itu. Dia mendaratkan pesawatnya di Londonderry, Irlandia.

Namun, tidak seperti Lindbergh yang terkenal setelah melakukan penerbangan bersejarah ini, Earhart justru sudah dikenal publik sebelum melakukan penerbangan solonya tersebut. Untuk penerbangan solo di Samudra Atlantik ini, ia dianugerahi penghargaan Distinguished Flying Cross oleh Kongres AS.

Sebelumnya, pada 1928, Earhart telah menjadi perempuan pertama yang melintasi Atlantik dengan pesawat terbang. Namun saat itu ia tidak terbang solo, melainkan didampingi oleh dua kru pesawat lainnya.

Meskipun satu-satunya fungsi dalam penerbangan itu adalah untuk mempopulerkan pesawat, hal tersebut justru membuat Earhart terkenal. Rakyat Amerika terpikat dengan pilot muda yang sederhana dan pemberani itu.

Dua tahun setelah penerbangannya dari Hawaii ke Kalifornia, ia kembali mencoba untuk terbang ke seluruh dunia. Kali ini ia ditemani oleh co-pilot, Frederick J. Noonan.

Namun, pesawatnya hilang pada 2 Juli 1937 di suatu tempat antara Papua dan Pulau Howland di Pasifik Selatan. Operator radio menerima sinyal bahwa ia kekurangan bahan bakar. Sinyal itu merupakan jejak terakhir yang dunia tahu tentang Amelia Earhart.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA