Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Iran: AS Telah Melewati 'Garis Merah'

Sabtu 13 Jan 2018 17:16 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Iran Hassan Rouhani (tengah), Ketua Parlemen Ali Larijani (kanan) dan Kepaa Pengadilan Ayatollah Sadeq Larijani saat menghadiri Konferensi Internasional Mendukung Intifadah Palestina di Teheran, Iran, Selasa, 21 Februari 2017.

Presiden Iran Hassan Rouhani (tengah), Ketua Parlemen Ali Larijani (kanan) dan Kepaa Pengadilan Ayatollah Sadeq Larijani saat menghadiri Konferensi Internasional Mendukung Intifadah Palestina di Teheran, Iran, Selasa, 21 Februari 2017.

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengatakan keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan menjatuhkan hukuman terhadap kepala pengadilan mereka telah melewati garis merah.

Kementerian Luar Negeri Iran bersumpah untuk membalas tindakan AS. Namun pihaknya tidak menyebutkan tindakanapa yang akan mereka lakukan untuk pembalasan tersebut.

Kepala Pengadilan Ayatollah Sadeq Amoli-Larijani termasuk salah satu dari 14 individu dan entitas yang menjadi target dugaan pelanggaran hak asasi manusia AS.

Tudingan itu disampaikan di tengah sikap Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan memperpanjang sanksi bantuan untuk Iran.

"Aksi permusuhan rezim Trump (terhadap Larijani) melintasi garis merahperilaku di masyarakat internasional dan merupakan pelanggaran hukuminternasional, dan pasti akan dijawab dengan reaksi serius oleh Republik Islam," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC, Sabtu (13/1).

Trump dituduh terus menerus melakukan tindakan bermusuhan terhadap orang-orang Iran. Trump telahberulang kali mengkritik kesepakatan nuklir yang dicapai di bawah pendahulunya Brack Obama sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA