Minggu, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 Februari 2019

Minggu, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 Februari 2019

Kunjungi Lebanon, Ini Pesan Menlu Retno untuk Pasukan Garuda

Senin 26 Feb 2018 08:23 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Luar Negeri  Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Foto: AP
Menlu Retno mengapresiasi kontribusi dan profesionalitas angkatan laut Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi melakukan kunjungan kerja ke Lebanon. Dia disambut jajaran kehormatan Angkatan Laut Kontingen Garuda di KRI Usman Harun di pelabuhan Beirut, pada Ahad (25/2).

Kepada 100 personel angkatan laut kontingen Garuda yang memperkuat pasukan maritim UNIFIL, Retno menyerukan untuk terus menjaga perdamaian dunia. Ia juga menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas kontribusi dan profesionalitas angkatan laut Indonesia dalam kontribusinya kepada perdamaian dunia.

 

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam berkontribusi bagi perdamaian dunia. Kontingen Garuda telah berkontribusi menjaga perdamaian di Sinai sejak 1957 atau hanya satu dekade setelah Kemerdekaan Indonesia.

Pengiriman kontingen Garuda ini memberikan pesan kepada dunia mengenai komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia yang berkesinambungan. Karena kontribusi yang berkesinambungan dan rekam jejak inilah Indonesia mengajukan diri untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020.

"Dunia akan dapat melihat rekam jejak komitmen dan kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia. We care about world peace, we care about humanitarian issue," kata Retno.

Kontingen Garuda saat ini telah menjadi tulang punggung operasi maritim UNIFIL. Dari 15 negara yang ikut dalam operasi maritim UNIFIL, hanya Indonesia bersama lima negara lainnya yang memberikan kapal dan pasukan.

Dalam kesempatan ini, Retno mengingatkan kembali pentingnya pasukan Indonesia untuk terus menunjung tinggi profesionalitas, kinerja, disiplin, dedikasi, dan menjaga reputasi Indonesia dan TNI di UNIFIL.

Berdasarkan permintaan pemerintah Lebanon, PBB membentuk Maritime Task Force UNIFIL sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006. Partisipasi angkatan laut Kontingen Garuda di Maritime Task Force UNIFIL dimulai sejak 2009 yang berlokasi di Markas Besar UNIFIL di Naqoura dan di pelabuhan Beirut.

Mandat dan tugas dari pasukan maritim UNIFIL adalah untuk membantu angkatan laut Lebanon dalam mengawasi perairan dan garis pantainya. Selain itu, tujuannya juga untuk mencegah masuknya senjata dan barang ilegal melalui perairan Lebanon, serta melatih kemandirian anggota angkatan laut Lebanon.

Pasukan UNIFIL dibentuk PBB pada 1978 untuk mendukung pelaksanaan mandat resolusi Dewan Keamanan PBB 425 dan 426 yang meminta Israel menarik mundur pasukannya dari Lebanon Selatan. Sejak 2006, dengan mandat resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, terjadi peningkatan jumlah personil pasukan perdamaian PBB, termasuk kontigen Garuda dari Indonesia.

Saat ini Indonesia merupakan kontributor pasukan terbesar pada UNIFIL dengan jumlah total 1.290 personil di berbagai lokasi termasuk 100 personil angkatan laut Indonesia di Maritime Task Force UNIFIL. Pagelaran pasukan kontingen Garuda di Lebanon juga merupakan pagelaran pasukan Indonesia terbesar di luar negeri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA