Senin 12 Mar 2018 06:50 WIB

Saudi Bentuk Departemen Khusus Investigasi Kasus Korupsi

Penguasa Arab Saudi menahan ratusan pengusaha dan anggota keluarga kerajaan.

Raja Salman
Foto: Reuters
Raja Salman

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Raja Salman dari Arab Saudi telah memerintahkan pembentukan departemen-departemen khusus di kantor penuntut umum. kantor penerangan pemerintah dalam pernyataannya pada Ahad (11/3) mengatakan departemen khusus ini akan bertugas menyelidiki kasus-kasus korupsi dan menuntut para pelakunya.

"Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan mempercepat proses memerangi korupsi," kata Jaksa Agung Sheikh Saud al-Mujib.

Penguasa Arab Saudi menahan ratusan pengusaha kelas atas dan anggota keluarga kerajaan pada November dan menahan mereka selama beberapa bulan di Ritz-Carlton Riyadh dalam sebuah penyelidikan antikorupsi. Sebagian besar yang ditahan sejak itu dibebaskan setelah tercapai penyelesaian keuangan dengan pemerintah, tetapi sejumlah orang lainnya masih mendekam dalam tahanan dan mungkin diajukan ke pengadilan.

Para pejabat belum memberitahu nama-nama mereka yang masih ditahan, tuduhan-tuduhan terhadap mereka atau rencana-rencana kasus-kasus tersebut dituntut.

Perang melawan korupsi yang diperintahkan Putera Mahkota Mohammed bin Salman menyasar sejumlah pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri.

Termasuk yang dilaporkan ditahan pada Ahad (5/11) ialah pebisnis terkemuka dan investor, Pangeran Alwaleed bin Talal.

Perkembangan ini mengejutkan dan hampir semua analis Timur Tengah mengatakan penahanan besar-besaran seperti ini tak mungkin terjadi di masa lalu dan diduga program antikorupsi tidak akan berhenti sampai di sini.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement