Selasa 20 Mar 2018 09:44 WIB

Abbas: Hamas tak Inginkan Rekonsiliasi

ejak penandatanganan kesepakatan rekonsiliasi Fatah-Hamas, belum ada kemajuan apapun.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Winda Destiana Putri
Palestina
Foto: AP
Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas, pada Senin (19/3), menuduh Hamas telah menyabotase semua upaya rekonsiliasi dengan Fatah. Menurutnya, Hamas memang tidak menginginkan rekonsiliasi.

Abbas mengatakan, sejak penandatanganan kesepakatan rekonsiliasi Fatah-Hamas di Kairo, Mesir, pada Oktober 2017, belum ada kemajuan apapun hingga saat ini. "Kami melakukan semua yang kami bisa untuk membuat rekonsiliasi ini sukses. Tetapi sayangnya, hasil untuk memberdayakan pemerintah adalah nol," ucapnya, dikutip laman kantor berita Palestina WAFA.

Ia mengklaim, selama enam bulan terkahir, Fatah dan Otoritas Palestina telah bekerja keras guna mempertahankan kesepakatan rekonsiliasi dengan Hamas. Namun beberapa aspekyang dibahas dalam perundingan rekonsiliasi, seperti penyeberangan, keamanan, dan pemerintahan yang utuh, tak tercapai sama sekali.

Atas dasar ini Abbas menyebut Hamas tidak menghendaki rekonsiliasi. "Ini semua kemunafikan. Mereka (Hamas) tidak menginginkan rekonsiliasi," ujarnya.

Ia juga menuding Hamas bertanggung jawab atas insiden penyerangan yang menargetkan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah ketika berkunjung ke Gaza belum lama ini. Abbas mengatakan Otoritas Palestina tidak akan menunggu hasil penyelidikan Hamas terkait insiden penyerangan tersebut.

 

"Karena kita tahu bahwa mereka, Hamas, berada di belakangnya," katanya.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah selamat dari percobaan pembunuhan setelah sebuah bom meledak di dekat iring-iringan kendaraannya di Gaza pada Selasa(13/2). Fatah dan PBB mengutuk serangan tersebut.

Hamdallah mengunjungi Gaza untuk meresmikan pabrik pengolahan limbah. Ketika konvoi kendaraannya melintasi pos pemeriksaan di kota Beit Hanoun, tiba-tiba terjadi sebuah ledakan. Dua mobil terakhir dari konvoi kendaraan Hamdallah mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Lima orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Hamdallah menyatakan aksi penyerangan tersebut tak akan menciutkan upaya dan komitmennya terhadap persatuan Palestina. "Saya akan kembali ke Gaza meskipun apa yang terjadi hariini dan saya menyerukan Hamas mengizinkan pemerintah untuk secara efektif mengontrol Jalur Gaza. Apa yang terjadi hari ini tidak akan menghentikan upayarekonsiliasi kita," ujar Hamdallah setelah aksi penyerangan itu terjadi, dikutip laman Haaretz.

Ia mengatakan upaya rekonsilasi antara Fatah dengan Hamas akan dilanjutkan dengan bantuan Mesir. "Saya menyerukan kepada Hamas dan semua faksi lainnya untuk ambil bagian dalam Dewan Nasional Palestina yang akan bersidang pada April, karena ini adalah fase kritis bagi rakyat Palestina," katanya menerangkan.

"Kita tidakakan mengizinkan siapapun menghancurkan proyek nasional Palestina. Kita tidak akan membiarkan mereka yang memiliki agenda politik asing mendikte kita tentang apa yang terjadi di Gaza," ucap Hamdallah menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement