Kamis 05 Apr 2018 12:20 WIB

Pasukan Koalisi Saudi Gempur Ibu Kota Yaman Lewat Udara

Serangan udara ke Yaman dilakukan setelah satu rudal balistik ditembakkan ke Saudi.

Red: Nur Aini
Pasukan Yaman.
Foto: saudigazette.com
Pasukan Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang kamp militer di dalam Ibu Kota Yaman, Sana'a lima kali pada Rabu malam (4/4).

Serangan udara tersebut dilancarkan beberapa jam setelah gerilyawan Syiah Al-Houthi menyatakan mereka menembakkan satu rudal balistik ke arah tangki penyimpanan perusahaan Saudi Aramco. Warga di Ibu Kota Yaman, Sana'a, melaporkan lima serangan udara menghantam kamp militer di Pegunungan Attan di bagian barat-daya Sana'a.

Suara ledakan bergema di seluruh kota yang berpenduduk padat itu. Sanaa dikuasai oleh gerilyawan Syiah Al-Houthi yang bersekutu dengan Iran. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Serangan udara tersebut, dilancarkan di tengah peningkatan militer semua kekuatan yang berperang di Yaman. Hal itu terjadi setelah lebih dari satu bulan suasana relatif tenang di ibu kota Yaman itu.

Pada Rabu (4/4), kelompok Al-Houthi menyatakan petempurnya menembakkan satu rudal balistik ke arah tangki penyimpanan raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, di Provinsi Jizan di bagian barat-daya Arab Saudi, kata kantor berita Yaman, Saba. Namun, stasiun televisi milik negara Arab Saudi, Al-Arabiya, melaporkan rudal tersebut dicegat dan dimusnahkan.

Sehari sebelumnya, Arab Saudi menyatakan salah satu tanker minyaknya menjadi sasaran serangan di perairan internasional di lepas pantai Kota Pelabuhan di tepi Laut Merah, Hodeidah yang dikuasai oleh gerilyawan Al-Houthi. Milisi Al-Houthi belum mengklaim bertanggung-jawab, tapi sebagian anggotanya mengatakan serangan pterhadap tanker Arab Suadi di Laut Merah dilakukan dengan menggunakan rudal darat ke laut sebagai pembalasan atas serangan koalisi belum lama ini terhadap Hodeidah.

Pada Maret 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer Arab, yang didukung oleh Amerika Serikat, untuk campur-tangan dalam konflik di Yaman. Hal itu untuk mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang hidup di pengasingan.

Koalisi tersebut telah melancarkan ribuan serangan udara terhadap gerilyawan Syiah Al-Houthi. Sebagai balasan, gerilyawan Al-Houthi telah menembakkan ratusan rudal balistrik ke kota besar Arab Saudi, yang kebanyakan dicegat oleh pasukan pertahanan udara Arab Saudi.

Perang saudara di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang yang kebanyakan warga sipil, dan mendorong negara Arab itu ke ambang kelaparan massal.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement