Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

AS Ancam Sanksi Rusia Terkait Senjata Kimia Suriah

Senin 16 Apr 2018 03:32 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Hazliansyah

Tembakan anti-pesawat tempur terlihat di langit Damaskus setelah AS meluncurkan serangan di Suriah, pada Sabtu dini hari (14/4). Donald Trump mengumumkan serangan udara ke Suriah sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia.

Tembakan anti-pesawat tempur terlihat di langit Damaskus setelah AS meluncurkan serangan di Suriah, pada Sabtu dini hari (14/4). Donald Trump mengumumkan serangan udara ke Suriah sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia.

Foto: AP Photo/Hassan Ammar
AS sebelumnya telah 'menghukum' Rusia dengan mengusir para diplomat Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) mengancam akan kembali memberikan hukuman pada Rusia. Hal tersebut disampaikan oleh Departemen Keuangan AS.

AS akan mengumumkan sanksi barunya pada hari Senin di Rusia terkait dengan tuduhan keterlibatan Rusia dalam penggunaan senjata kimia Suriah.

"Sanksi Rusia akan turun, Sekretaris Mnuchin akan mengumumkan Senin (16/4)," kata Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley seperti dikutip Reuters dari CBS, Ahad (15/4)

AS sebelumnya juga telah 'menghukum' Rusia. AS mengusir para diplomat Rusia. Pengusiran sebelumnya itu menurut pihak AS dilakukan atas dugaan serangan terhadap mantan mata-mata di Inggris dan tindakan lainnya.

"Sanksi akan ditujukan langsung pada perusahaan yang berurusan dengan peralatan yang terkait dengan Assad dan penggunaan senjata kimianya," kata Haley lagi.

Sanksi kali ini terkait dengan tuduhan AS pada Suriah terkait penggunaan zat kimia oleh Presiden Suriah Bashar Al Assad dalam perang di wilayahnya. AS, Prancis, dan Inggris meluncurkan serangan militer ke Suriah pada Jumat (13/4) malam.

Menurut Departemen Pertahanan AS serangan itu ditujukan pada tiga fasilitas penelitian gas klorin dan sarin Suriah. Rusia menjadi salah satu negara yang menentang serangan tersebut dan dianggap sebagai sekutu Suriah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA