Rabu 23 May 2018 19:45 WIB

Pangeran Saudi Menyerukan Kudeta Raja Salman

Pangeran Khalid yang diasingkan meminta pamannya untuk melakukan kudeta

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Nur Aini
Raja Salman
Foto: Reuters
Raja Salman

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi yang diasingkan, Pangeran Khalid bin Farhantelah, meminta paman-pamannya untuk menggulingkan pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz dan mengambil alih kendali negara. Ia menganggap pemerintahan Raja Salman tidak rasional.

Dalam wawancara dengan Middle East Eye, Pangeran Khalid mengatakan, jika paman-pamannya bersedia untuk melakukan kudeta, 99 persen anggota keluarga kerajaan, dinas keamanan, dan tentara akan berdiri di belakang mereka. Menurut dia, perubahan penguasa atau tokoh yang memerintah Arab Saudi adalah apa yang dibutuhkan negara dan bukan hanya reformasi di bawah kerajaan saat ini.

Dia membuat seruan kepada Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz. Dia juga menyebutkan bahwa kerusakan yang dilakukan pemerintah saat ini pada Arab Saudi akan diperbaiki.

"Ada begitu banyak kemarahan di dalam keluarga kerajaan," katanya seperti dikutip Middle East Eye, Rabu (23/5).

Dia mengatakan telah meminta pamannya untuk melakukan kudeta. "Saya dapat mengatakan bahwa kita semua berada di belakang mereka dan mendukung mereka." Pangeran Khaled, yang lahir dari ayah Saudi dan seorang ibu Mesir, diberikan suaka politik di Jerman pada 2013.

Sebelumnya, Komite Antikorupsi Arab Saudi menangkap 11 pangeran, empat menteri, dan mantan menteri dengan tuduhan melakukan korupsi. Komite tersebut dikepalai Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement