Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Rekaman Suara Ungkap Kalimat Terakhir Khashoggi

Senin 12 Nov 2018 08:42 WIB

Rep: Yeyen Rostiyani/ Red: Ani Nursalikah

Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul. Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul. Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis
Pembunuhan Khashoggi hanya berlangsung tujuh menit.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Kepala wartawan investigasi pembunuhan Jamal Khashoggi di Daily Sabah menceritakan kepada Aljazirah kata-kata terakhir Khashoggi. Kata-kata itu diketahui dari rekaman suara di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

"Saya sesak... singkirkan kantung ini dari kepala saya, saya klaustrofobik," ujar sang kepala wartawan investigasi Daily Sabah, Nazif Kerman, menirukan Khashoggi.

Baca Juga

Menurut Kerman, Khashoggi meninggal kehabisan napas karena kepalanya dibekap kantung plastik. Pembunuhan kolumnis Washington Post itu, kata Kerman, hanya berlangsung tujuh menit. Hal ini disimpulkan dari rekaman suara.

Kerman mengatakan, sebelum tubuh Khashoggi dimutilasi, plastik dihamparkan di lantai Konsulat. Proses mutilasi kemudian berlangsung 15 menit dipimpin Salah al-Tubaigy, kepada Dewan Ilmu Forensik Saudi.

Pernyataan Kerman ini berbarengan dengan berakhirnya pencarian tubuh Khashoggi oleh polisi Turki. Namun, menurut sumber Aljazirah, investigasi pembunuhannya masih dilanjutkan.

photo

Kerman mengatakan, Daily Sabah akan segera memuat foto-foto alat yang dibawa ke Turki dan digunakan dalam proses pembunuhan. Media tersebut juga akan memuat rekaman yang mendokumentasikan momen terakhir kehidupan Khashoggi.

Sementara pada Sabtu (10/11), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan rekaman suara terkait pembunuhan Khashoggi telah dibagikan juga kepada Arab Saudi, Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, dan Inggris. "Kami memberikan rekaman kepada mereka. Kami berikan kepada Arab Saudi, Amerika, Jerman, Prancis, Inggris, kepada semuanya," ujar Erdogan sebelum terbang ke Paris, Prancis, untuk menghadiri peringatan Perang Dunia I, Sabtu.

Di Paris, Erdogan sempat bertemu Presiden AS Donald Trump. Keduanya antara lain membahas Khashoggi. "Mereka (Pemerintah Saudi) juga mendengarkan percakapan tersebut dan mereka tahu. Tidak ada alasan untuk mengalihkan semua ini. Mereka tahu dengan pasti siapa di antara 15 orang itu yang menjadi pembunuh," kata Erdogan.

Sumber : AP
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB