Selasa 13 Nov 2018 15:43 WIB

Eropa dan PBB Desak Eskalasi Gaza Dihentikan

Israel dan Hamas saling melepaskan roket.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Para remaja Gaza menaikkan layang-layang yang membawa bara api dan minyak untuk dijatuhkan di lahan-lahan Israel selama bentrokan di dekat perbatasan Israel di timur Kota Gaza.
Foto: EPA/Mohammed Saber
Para remaja Gaza menaikkan layang-layang yang membawa bara api dan minyak untuk dijatuhkan di lahan-lahan Israel selama bentrokan di dekat perbatasan Israel di timur Kota Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID,  BRUSSELS -- Uni Eropa dan PBB mendesak penghentian eskalasi di Jalur Gaza.  Saat ini situasi di Gaza diketahui sedang memanas menyusul terjadinya aksi saling balas serangan roket antara Hamas dan Israel.

“Uni Eropa mendesak kedua pihak untuk mundur dari tepi dan menghindari tindakan lebih lanjut yang akan berkontribusi pada eskalasi, menempatkan kehidupan warga sipil dalam bahaya dan membahayakan upaya baru-baru ini dalam mengurangi ketegangan,” kata juru bicara Uni Eropa Maria Kocijancic dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dalam sebuah pernyataan bersama, dikutip laman Anadolu Agency, Selasa (13/11).

Menurut Kocijancic dan Mogherini, meningkatnya kekerasan dalam beberapa jam terakhir sangat memprihatinkan. Uni Eropa, kata mereka, tidak dapat menerima penembakan roket yang sewenang-wenang dan tak pandang bulu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyoroti eskalasi yang saat ini berlangsung di Gaza. Ia melihat situasi di sana kian memprihatinkan. “Penderitaan rakyat Gaza tidak terbayangkan,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan France24 di Paris.

Ia menyerukan ketegangan di Gaza harus segera dikendalikan. Sebab jika tidak, hal itu akan berubah menjadi bencana besar.

Jet tempur Israel kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Senin (12/11) malam waktu setempat. Serangan itu dilakukan sebagai respons atas serangan roket yang ditembakkan dari Gaza ke Israel selatan.

“Tiga warga Palestina tewas dalam serangan Israel, sementara sembilan lainnya terluka,” kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca juga, Israel Serang Gaza, Komandan Sayap Militer Hamas Syahid.

Dalam sebuah pernyataan bersama, faksi perlawanan Palestina mengumumkan mereka mulai menembakkan roket ke Israel. Serangan tersebut merupakan respons atas serangan militer Israel ke Jalur Gaza pada larut malam.

Pada Senin malam, militer Israel mengatakan telah mencatat sedikitnya 200 roket yang diluncurkan dari Gaza. 60 roket di antaranya berhasil dicegat oleh Israel dengan menggunakan sistem pertahanan Iron Dome. Sementara roket lainnya jatuh di lahan terbuka. Sedikitnya 19 orang Israel, satu di antaranya tentara, terluka akibat serangan roket dari Gaza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement