Sabtu 01 Dec 2018 12:28 WIB

MBS Jelaskan Perkembangan Kasus Khashoggi ke Jusuf Kalla

Kepada Jusuf Kalla, MBS memastikan proses hukum terus berjalan.

Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina  30 November hingga 1 Desember 2018.
Foto: Foto: Tim media wapres
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina 30 November hingga 1 Desember 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima penjelasan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) terkait kematian jurnalis Jamal Khashoggi di sela-sela pertemuan bilateral keduanya di Buenos Aires, Argentina, Jumat (30/11). Kepada Jusuf Kalla, MBS memastikan proses hukum terus berjalan.

"Putra Mahkota menjelaskan bahwa saat ini proses hukum terus berjalan, dan sekitar 11 orang sudah ditangkap terkait kasus tersebut," demikian keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (1/12).

Muhammad Bin Salman menjadi sorotan akibat diduga terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap wartawan Arab Saudi Khashoggi di Turki. Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, dibunuh tak lama setelah ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

photo
Pertemuan bilateral Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad Bin Salman di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Buenos Aires, Argentina.

Berdasarkan Human Rights Watch, Argentina menerjunkan jaksa federal untuk menyelidiki kasus pembunuhan Khashoggi selama Putra Mahkota berada di Argentina untuk menghadiri KTT G20. Selain membicarakan mengenai perkembangan kasus tersebut, Putra Mahkota Salman juga membahas terkait kerja sama ekonomi dengan Wapres JK, khususnya terkait proyek pembangunan kilang minyak di Cilacap.

Dalam proyek tersebut, Putra Mahkota meminta Indonesia segera menindaklanjuti pembangunan kilang minyak itu. Arab Saudi menanam modal senilai 6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp86 triliun.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement