Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

100 Hari Kematian Khashoggi, Jasad yang Sisakan Misteri

Jumat 11 Jan 2019 16:17 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Jamal Khashoggi

Tampak luar konsulat Saudi Arabia di Istanbul, Turki, (20/10). Jurnalis Jamal Khashoggi diduga dibunuh dalam konsulat.

Foto:
Hingga detik ini keberadaan jasad Jamal Khashoggi tak pernah ditemukan.

Kantor Jaksa Agung Istanbul melakukan penyelidikan mengenai dugaan bahwa Khashoggi ditahan di Konsulat Arab Saudi.

Tim serang Arab Saudi, termasuk pejabat keamanan, dinas intelijen dan forensik meninggalkan Turki dengan naik dua pesawat terpisah pada malam hari.

Tiga pekan setelah Khashoggi hilang di Istanbul, dan satu pekan setelah para pejabat Arab Saudi mengakui ia dibunuh di konsulat mereka, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanyakan di mana jenazah Khashoggi berada.

"Jelas bahwa dia (Khashoggi) dibunuh tapi di mana, anda harus memperlihatkan jenazahnya," kata Erdogan di Ibu Kota Turki, Ankara.

"Kedelapan belas orang mengetahui siapa yang membunuh dia, sebab pelakunya ada di antara mereka," kata Erdogan sembari meyakinkan Turki memiliki dokumen dan keterangan tambahan.

photo

Para penyidik Turki mencari petunjuk yang mungkin ada terkait pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di parkir basement, di konsulat Istanbul, Selasa (23/10).

Kepala Perhimpunan Media Arab-Turki, Turan Kislakci, meminta jenazah Khashoggi. Kislakci menyebut keluarga serta teman Khashoggi ingin memakamkan jenazahnya.

Erdogan dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau membahas kasus Khashoggi melalui telepon. Kedua pemimpin menekankan pentingnya para pelaku dihukum.

Para jaksa penuntut umum Istanbul mempersiapkan penuntutan untuk 18 tersangka yang menghadapi dakwaan mempersiapkan dan melakukan pembunuhan dengan kejam melalui penyiksaan.

Permintaan ekstradisi para tersangka, yang semuanya berkewarganegaraan Arab Saudi, diserahkan ke Kementerian Luar Negeri Turki.

Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul mengatakan kepada wartawan bahwa pengekstradisian para tersangka direncanakan sebab pembunuhan tersebut terjadi di Turki. "Pemerintah Turki bertekad dan mampu mengungkap kasus ini," kata Gul.

Satu tim penyidik swasta menyisiri jalan tempat gedung Konsulat Arab Saudi berada.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berikrar akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi, dan pada saat yang sama mempertahankan "hubungan strategis" antara AS dan Arab Saudi.

Pada 7 Januari, The Washington Post menyatakan Saud Al-Qahtani, tersangka pemimpin kelompok penyerang, telah hilang sejak pembunuhan tersebut terungkap. Menurut laporan yang dilandasi atas pernyataan para pejabat Pemerintah Arab Saudi, mantan penasihat kerajaan itu terlihat di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, di dalam satu kantor pengadilan. Namun, seorang pejabat lain menyatakan ia menduga al-Qahtani dikenakan tahanan rumah.

 

 

 

 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA