Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Di Provinsi Saudi ini, Anda Bisa Temukan 'Pria Bunga'

Jumat 11 Jan 2019 18:36 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Pria Bunga di Provinsi Asir Arab Saudi

Pria Bunga di Provinsi Asir Arab Saudi

Foto: Alarabiya
Pemakaian mahkota bunga merupakan tradisi turun temurun di provinsi perbukitan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, ASIR – Hiasan kepala dari bunga umumnya dikenakan kaum wanita. Namun berbeda dengan di Provinsi Asir, Arab Saudi, bunga yang dibentuk menjadi hiasan kepala justru dikenakan anggota laki-laki dari Suku Qahtan.

Para pria dari suku ini dikenal sebagai 'Pria Bunga', lantaran hiasan bunga yang dibuat secara rumit mereka pasang di kepala mereka. 

Mahkota bunga mekar berwarna merah dan oranye dikenakan mereka untuk menambah kecantikan  dan kesehatan. Hal itu karena hiasan kepala tersebut terbuat dari tumbuhan (flora) yang diyakini dapat mengangkat sakit kepala atau masalah sinus. 

Banyak adat istiadat Qahtani yang bertahan hingga kini, termasuk mural warna-warni yang dilukis wanita di dinding rumah mereka. Namun demikian, 'Pria Bunga' memperlihatkan daya tarik yang penuh teka-teki.

"Nama panggilan bunga mereka berasal dari fakta bahwa banyak pria Qahtani secara tradisional memahkotai kepala mereka dengan susunan tanaman, bunga, dan rumput yang rumit," tulis wartawan BBC Molly Theodora Oringer, dilansir di Alarabiya, Jumat (11/1). 

Dalam sebuah artikel baru-baru ini, yang merupakan bagian dari seri perjalanan BBC bernama Our Unique World, Oringer memberikan konteks menurut mendiang peneliti Thierry Mauger. 

Menurut Mauger, pembentukan mahkota bunga itu didekati para lelaki suku Qahtan yang lebih muda sebagai sebuah kompetisi kecantikan yang ramah. Mereka menggabungkan sebanyak mungkin penambahan warna-warni, seperti bunga marigold (bunga gemitir) dan melati. 

Oringer menambahkan, pria paruh baya ke atas berlaku sebaliknya. Mereka mengambil pendekatan yang lebih muram, yaitu dengan membangun karangan bunga mereka dengan tanaman hijau seperti basil liar.  

"Beberapa memakainya setiap hari untuk tujuan estetika, sementara yang lain menghiasi diri mereka pada acara-acara khusus seperti hari libur Muslim utama. Yang lain masih memakainya ketika sakit, memilih herbal dan tanaman hijau khusus untuk alat obat mereka," kata Oringer. 

Provinsi Asir tak hanya dikenal dengan keberadaan 'Pria Bunga'. Asir memiliki keindahan dari pegunungan yang menjulang dan kemudian dikenal secara luas sebagai tempat pariwisata. 

Kini, Pria Bunga kembali ke desa leluhur mereka untuk membangun bisnis di sekitar ekonomi wisata. Mereka kini menjual mahkota tradisional ini kepada pengunjung yang datang ke wilayah tersebut. 

Untuk lebih memikat wisatawan ke Asir, pemerintah Saudi juga telah memasang kereta gantung untuk memastikan akses yang lebih mudah ke tempat terpencil seperti pemukiman Habala. 

Menurut Oringer, Provinsi pegunungan Asir, yang berarti 'sulit' dalam bahasa Arab, memberikan otonomi dan perlindungan dari invasi terhadap Qahtan.  

"Puncak Asir, yang tertinggi di negara ini, menjadi tuan rumah lahan pertanian yang diukir di lereng gunung oleh penduduknya yang hidup dari pertanian skala kecil dari gandum, kopi, dan buah," tambah Oringer. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Asir telah menjadi titik fokus dalam Visi Arab Saudi 2030. 

Dalam hal ini, Saudi memiliki rencana pembangunan nasional dengan tujuan, di antaranya, untuk melestarikan warisan dan budaya Saudi.

Organisasi seni dan universitas telah meluncurkan proyek untuk memulai rekaman digital lukisan mural tradisional Asiri, sembari mendorong perlindungan arsitektur dan dukungan terhadap seni kontemporer.  

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES