Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Saudi Izinkan Musik, Universitas Taif Buka Akademi Musik

Kamis 24 Jan 2019 09:20 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Friska Yolanda

Universitas Taif akan membuka akademi musik.

Universitas Taif akan membuka akademi musik.

Foto: SPA
Universitas Taif mempekerjakan instruktur menjalankan sesi pelatihan menyanyi.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Arab Saudi telah gencar melakukan reformasi di berbagai bidang. Tak terkecuali di bidang hiburan (entertainment). Tahun ini, Saudi mengumumkan 2019 menjadi tahun hiburan. Saudi ingin mengubah menjadi salah satu tujuan hiburan internasional dalam peringkat 10 teratas. Kini, kafe dan restoran di Saudi akan diizinkan untuk menggelar pertunjukan musik dan acara komedi. 

Tidak hanya itu, musik juga menjadi perhatian di kalangan universitas. Sebuah universitas di Saudi akan mendirikan kelas kursus musik bagi pelajar. Dalam hal ini, Universitas Taif (TU) mempekerjakan beberapa instruktur profesional top di negara itu untuk menjalankan sesi pelatihan dalam menyanyi, puisi, dan memainkan alat musik.

Meskipun kursus-kursus itu bukan bagian dari kurikulum universitas, kepala pendidikan berharap program itu akan memimpin langkah dalam mengembangkan bakat musikal anak muda di Kerajaan Saudi. Sebelumnya, Gubernur Makkah Pangeran Khaled AL-Faisal menginspirasi inisiatif tersebut satu tahun yang lalu. Sementara para siswa sudah berbaris untuk bergabung dengan akademi musim yang baru di kampus utama universitas di kota Taif ini. 

Kursus musik akan mencakup pelatihan menyanyi, melibatkan pengajaran berbiaya dalam vokal utama, latihan intonasi dan cara membaca lagu dan memainkannya secara langsung dari partitur, dan nyanyian puisi Arab. Mulai bulan depan, para pakar juga akan berada di kampus itu untuk mengajar siswa cara memainkan kecapi, dulcimer dan piano.

Juru bicara TU, Saleh Al-Thubaiti, mengatakan kampusnya telah mengubah sebuah ide menjadi kenyataan. Menurutnya, akademi musik menawarkan beberapa proyek dan yang paling penting adalah penghargaan Prince Abdullah Al-Faisal International Prize untuk Puisi Arab.

Dia mengatakan, bahwa klub puisi di AKdemi Puisi Arab TU telah menarik lebih dari 850 pendaftaran dari siswa. Mereka ingin mengambil bagian dalam penulisan puisi, pembacaan, dan musik. Menurutnya, para siswa tersebut akan tampil dalam konser semester ini.

"Kursus menulis puisi akan fokus pada pengajaran siswa dalam aspek prosodi bahasa Arab (pola ritme dan suara yang digunakan dalam puisi) dengan cara yang inovatif," kata Al-Thubaiti, dilansir Arab News, Kamis (24/1). 

Selanjutnya, peserta pelatihan akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan puisi mereka di acara pesta malam siswa yang istimewa dan mempublikasikan puisi mereka di majalah online untuk kaum muda.

Akademi juga berencana untuk meluncurkan pertemuan musim panas tahunan di kampus untuk penyair muda. Mereka yang mengambil bagian dalam kursus pembacaan puisi akan belajar cara membaca puisi dan membuat buku audio untuk pendengar umum dan orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Akademi Puisi Arab TU baru-baru ini mengadakan acara pertunjukan siang pertamanya ketika anggota fakultas dan mahasiswa membacakan beberapa puisi. Menurut Al-Thubaiti, kampus universitas kini tidak semua tentang pekerjaan dan buku pelajaran.

"Siswa yang tertarik dengan kegiatan lain dapat membantu mereka mengembangkan bakat dan keterampilan mereka. Kami percaya universitas menyediakan lingkungan di mana siswa dapat mengembangkan diri mereka pada berbagai tingkat pribadi dan akademik," tambahnya. 

Akademi juga berencana untuk meluncurkan pertemuan musim panas tahunan di kampus untuk penyair muda. Mereka yang mengambil bagian dalam kursus pembacaan puisi akan belajar cara membaca puisi dan membuat buku audio untuk pendengar umum dan orang-orang dengan kebutuhan khusus.

TU Arab Poetry Academy baru-baru ini mengadakan acara pertunjukan siang pertamanya ketika anggota fakultas dan mahasiswa membacakan beberapa puisi. "Kampus universitas tidak semua tentang pekerjaan dan buku pelajaran," kata Al-Thubaiti.

Pada Desember tahun lalu, akademi puisi mengadakan konser pertamanya yang dihadiri oleh gubernur, presiden, akademisi dan mahasiswa universitas. Acara itu mencakup pembacaan puisi dan penampilan lagu-lagu nasional dan tradisional oleh band universitas.

Direktur akademi puisi, Dr Mansour Al-Harthi, mengatakan bahwa 500 siswa telah mendaftar di kursus musik. Menurutnya, kota Taif telah lama terkenal dengan kegiatan musiknya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA