Senin 05 Feb 2018 10:17 WIB

Raja Salman akan Resmikan Festival Janadriyah di Riyadh

India menjadi salah satu tamu kehormatan dalam festival ini.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agus Yulianto
Raja Salman
Foto: Reuters
Raja Salman

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Raja Salman akan meresmikan sebuah ekstravaganza budaya besar yang populer dengan sebutan Festival Janadriyah pada Rabu (7/2). Festival yang akan menampilkan balapan unta besar, sebuah operet dan tarian, itu digelar di pinggiran utara ibukota Arab Saudi.

Nama festival itu diambil dari nama desa tempat acara digelar, yaitu di desa Janadiyah. Festival digelar setiap tahunnya untuk merayakan warisan budaya dan simbol identitas Saudi.

Tamu kehormatan di festival tahun ini adalah menteri luar negeri India, Sushwa Swaraj, yang akan menghadiri upacara pembukaan. Dalam sebuah konferensi pers pada Ahad (4/2), Menteri Pasukan Kehormatan Nasional Saudi Khaled bin Ayyaf mengatakan, Festival Warisan dan Budaya Nasional Arab Saudi itu berusaha untuk mendorong rakyat untuk menegakkan nilai dan warisan, serta meningkatkan pertukaran budaya. Ia mengatakan, hari pertama festival akan menampilkan peluncuran balapan unta besar dengan partisipasi dari negara-negara Arab dan negara teluk (GCC).

"Sekitar 600 unta dari berbagai keturunan dan jenis ragam yang berbeda akan mengikuti perlombaan," kata Pangeran Khaled, dilansir dari Arab News, Senin (5/2).

Sementara itu, sekelompok penyanyi terkenal, termasuk Mohammed Abdu, Abdulmajeed Abdullah, Rasyid Al-Majid, Rabih Saqr, Majid Al-Muhandis, dan Rashid Al-Faris, akan menghadirkan sebuah operet yang disebut "Imam dan Raja-Raja", yang ditulis oleh Pangeran Badr bin Abdulmohsen dan diproduksi oleh Rotana Company.

Pangeran Khaled mengatakan, beberapa legenda Saudi, termasuk almarhum Pangeran Saud Al-Faisal, almarhum wartawan Turki bin Abdullah bin Nasir Al-Sudairi dan Dr. Kahiriyah Bintara Ibrahim M. Al-Saqqaf, akan diberi penghormatan selama festival berlangsung. Ia mengatakan, tarian tradisional Arab Ardhah akan digelar pada 13 Februari di Kompleks Olahraga di Al-Diriyadh di malam hari. Pangeran Khaled mencatat bahwa Janadriyah kini tidak lagi hanya lomba unta. Melainkan, banyak atraksi lainnya yang dibawa setiap tahun untuk merayakan banyak aspek budaya.

"Festival Janadriyah mencerminkan kesatuan negara, dan juga kohesi antara kepemimpinan dan warga negara," lanjutnya.

Di sela-sela konferensi pers, Khalid Al-Jidie mempresentasikan aplikasi elektronik Festival Janadriyah. Khalid menunjukkan, bahwa JanadriyahApp akan membimbing pengunjung menuju gerbang, menunjukkan tingkat kerumunan tertinggi atau terendah, panggung yang diinginkan, paviliun atau fungsi yang diperlukan dan penampilan atau tempat mobil pengunjung diparkir.

Menteri Negara Bagian India VK Singh mengatakan, mereka sangat memperhatikan hubungan strategis dan budaya antara India dan Kerajaan Saudi. Menurutnya, hubungan itu telah mendapat momentum setelah kunjungan bersejarah Perdana Menteri India Narendra Modi pada 2016.

"Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj akan memimpin delegasi India ke sesi pembukaan festival tersebut pada Rabu," kata Singh.

Di sisi budaya, Dewan Kebudayaan India akan mengirimkan sembilan tim untuk tampil dan menari setiap malam selama festival berlangsung. Tidak akan ada biaya masuk untuk mengunjungi festival ini. Lima hari pertama, dari 7-11 Februari, hanya diperuntukkan bagi pria. Sedangkan perempuan dan keluarga akan diizinkan untuk mengunjungi festival tersebut dari 12-24 Februari. Festival ini akan dibuka setiap hari mulai pukul 11 pagi sampai 11 malam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement