Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Yordania: Selatan Suriah Sepakat Adakan Gencatan Senjata

Sabtu 30 Jun 2018 03:26 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Esthi Maharani

Tentara Yordania

Tentara Yordania

Foto: VOA
Gencatan senjata diprediksi akan menuntun pada rekonsiliasi antara kubu oposisi dan p

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Pejabat Yordania mengungkapkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata di selatan Suriah. Gencatan senjata diprediksi akan menuntun pada rekonsiliasi antara kubu oposisi dan pemerintah yang berujung pada bencana kemanusiaan.

Meski demikian, pejabat tersebut belum merinci secara spesifik kawasan mana yang telah sepakat untuk melakukan genjacan senjata tersebut. Juru Bicara Pemerintah Jumana Ghunaimat mengatakan, gencatan senjata dibutuhkan guna melindungi nyawa warga sipil terutama anak-anak dan wanita.

Serangan yang dilakukan tentara pemerintah telah menyebabkan ribuan warga melarikan diri ke perbatasan. Mereka kabur dan berusaha masuk ke Yordania dan kawasan yang diduduki Israel, Golan Height.

"Pencarian dan keterlibatan semua pihak tidak akan berhenti hingga eskalasi militer berhenti sepenuhnya," kata Jumana Ghunaimat.

Sementara terkait pengungsi, pemerintah Yordania dan Israel mengaku enggan untuk mempersilahkan para pengungsi masuk ke negara mereka. Namun, Yordania mengaku siap untuk membantu penyelesaian konflik di negara tersebut.

Pemerintah Yordania sejauh ini telah memfasilitasi diskusi antara kelompok oposisi pemeritnah Suriah dengan Rusia. Dia mengatakan, negosiasi dilakukan guna mengakhiri perang dan mengembalikan kedaulatan di provinsi Deraa.

"Yordania meneripa solusi apapun untuk menghentikan pertumpahan darah dan mencegah kaburnya warga sipil dari Suriah," kata Jumana Ghunaimat.

Ghunaimat kembali mengulangi penolakan kerajaan untuk mengizinkan pengungsi Suriah masuk ke negara itu. Dia mengatakan sumber daya Yordania yang terbatas mencegahnya menanggung beban tambahan. Kerajaan telah menampung lebih dari 666.000 pengungsi terdaftar AS.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA