Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Kanada Telah Dengarkan Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Selasa 13 Nov 2018 00:07 WIB

Red: Esthi Maharani

Justin Trudeau

Justin Trudeau

Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Kanada mendiskusikan dengan sekutu apa langkah selanjutnya terkait kasus Khashoggi

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Petugas intelijen Kanada telah mendengarkan rekaman milik Turki tentang apa yang terjadi terhadap wartawan Saudi Jamal Khashoggi. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pada Senin (11/11), dia sedang mendiskusikan dengan sekutu apa langkah selanjutnya yang harus diambil.

Khashoggi, seorang kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, terbunuh di konsulat Istanbul oleh sebuah tim elit yang dikirim dari Riyadh. Pihak berwenang Saudi telah mengakui bahwa pembunuhan itu direncanakan, tetapi jasadnya belum ditemukan.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan rekaman audio pembunuhan Khashoggi telah diperdengarkan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman, dan Inggris.

"Badan-badan intelijen Kanada telah bekerja sangat keras dalam masalah ini bersama dengan intelijen Turki, dan Kanada telah diberitahu sepenuhnya tentang apa yang harus dibagikan oleh Turki," kata Trudeau dalam konferensi pers.

Trudeau mengaku tidak mendengarkan rekaman itu secara pribadi. Dia menambahkan, dia juga telah berbicara dengan Erdogan tentang masalah Khashoggi di Paris akhir pekan ini.

Kanada adalah bagian dari jaringan five eyes intelligence yang berbagi informasi bersama dengan AS, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. "Kami sedang berdiskusi dengan sekutu kami yang berpikiran sama mengenai langkah-langkah selanjutnya yang berkaitan dengan Arab Saudi," kata Trudeau.

Trudeau menghadapi dilema saat harus memilih untuk menekan Riyadh atas kasus hak asasi manusianya, atau menyelamatkan kesepakatan penjualan senjata senilai 13 miliar dolar AS dengan kerajaan itu. Dia berada di bawah tekanan untuk membekukan kontrak kendaraan lapis baja yang dibangun di Kanada oleh General Dynamics yang berbasis di AS.

Sebelumnya pada Senin (11/11), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan Paris tidak memiliki rekaman terkait pembunuhan Khashoggi. Pernyataan itu tampaknya bertentangan dengan pernyataan Erdogan.

"Kebenaran belum keluar. Kami ingin tahu kebenaran, keadaan kematiannya, dan identitas para pelaku. Kemudian kami akan mengambil tindakan yang diperlukan," kata Le Drian kepada stasiun televisi France 2.

"Jika presiden Turki memiliki informasi untuk diberikan kepaea kami, dia harus memberikannya kepada kami. Untuk saat ini, saya tidak tahu tentang itu," tambah dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA