Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Ribuan Orang Tunggu Evakuasi di Kantong Terakhir ISIS

Jumat 08 Mar 2019 10:58 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Budi Raharjo

Ilustrasi Kelompok ISIS

Ilustrasi Kelompok ISIS

Foto: Foto : MgRol112
ISIS dinilai masih memiliki ancaman melakukan serangan gerilya.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan ribuan orang masih bisa meninggalkan kantong terakhir ISIS di Suriah timur. Hal ini disampaikan pada Kamis (7/3) saat gelombang evakuasi dari daerah terpencil terus berlanjut.

"Kami masih mendengar tentang keberadaan ribuan orang di dalam Baghouz," kata juru bicara SDF, Mustafa Bali.

SDF mengatakan, ingin memastikan semua warga sipil telah dievakuasi, sebelum melancarkan serangan terakhir di kantong Baghouz yang dikepung. Ini adalah bagian terakhir dari wilayah berpenduduk yang dipegang oleh ISIS.

"Kami berharap pertempuran sengit nanti setelah akhir evakuasi sipil, mengingat bahwa mereka yang akan tetap di Baghouz," ujar Mustafa Bali.

Bahkan dengan kekalahannya di Baghouz, ISIS masih dinilai secara luas untuk mewakili ancaman keamanan, dengan kemampuan untuk melakukan serangan gerilya. Ribuan orang, banyak dari mereka keluarga pejuang ISIS, telah dikeluarkan dari Baghouz selama beberapa pekan terakhir. SDF menyebutkan, ratusan militan ISIS juga telah menyerah.

Salah satu dari orang-orang yang datang dari Baghouz, Abu Mujahid, mengatakan, ia datang ke Suriah pada 2015 dari wilayah Xinjiang, Cina barat, yang merupakan rumah bagi populasi Muslim minoritas yang cukup besar. "Saya datang dari Cina ke sini (Suriah) karena ketidakadilan. Ada banyak ketidakadilan di Cina dan kami tidak bisa hidup dengan itu," kata dia.

SDF mengumumkan akan meluncurkan pertempuran terakhir untuk kantong itu bulan lalu, tetapi telah memperlambat serangannya untuk memungkinkan warga sipil pergi terlebih dahulu. Komandan SDF, Adnan Afrin mengatakan, pada ia berharap evakuasi akan segera selesai pada Kamis (7/3).


sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA