Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Gaza Kritis, Hamas Diminta Mundur

Rabu 20 Mar 2019 09:56 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

 Warga Palestina di Gaza City.

Warga Palestina di Gaza City.

Foto: AP/Khalil Hamra
Warga Gaza menuntut kehidupan dan kondisi ekonomi yang lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sekretaris Komite Pekerja Nasional Jalur Gaza (NWC), Mahmoud Al Zeq mengatakan satu-satunya solusi krisis Gaza terutama setelah gerakan pemuda adalah dengan mundurnya Hamas. Al Zeq mengatakan kondisi di jalur Gaza kritis dan memburuk.

Baca Juga

“Semua orang menyadari Hamas tak memiliki solusi, Hamas hanya harus mundur dan menyerahkan jalur Gaza ke satu pemerintah resmi Palestina,” kata Al Zeq seperti dilansir Maan News, Rabu (20/3).

Ia menambahkan satu-satunya alasan adanya gerakan We Want to Live adalah kenyataan kelam yang dialami orang-orang di jalur Gaza. “Tak ada peluru, pentungan, atau sel yang bisa menekan tangisan orang-orang yang lapar,” kata Al Zeq.

Al Zeq mengatakan warga Gaza menuntut hak dasar mereka untuk hidup bermartabat. Selama sepekan terakhir, ratusan warga Palestina dari Jalur Gaza yang terkepung telah melakukan protes. Mereka menuntut kehidupan dan kondisi ekonomi yang lebih baik.

Namun, Hamas menyerbu rumah beberapa aktivis pada Ahad pagi. Hamas menangkap lusinan warga Palestina yang ikut serta dalam protes massa menentang kenaikan pajak.

Koordinator Khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk proses Perdamaian Timur Tengah, Nikolay Mladenov menyatakan keprihatinannya atas penangkapan yang dilakukan Hamas dan perlakuan terhadap para demonstran Palestina.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA