Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Dina al-Tayeb, Perempuan Pertama Saudi di Ajang Triathlon

Senin 25 Mar 2019 05:00 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Nashih Nashrullah

Dina al-Tayeb

Dina al-Tayeb

Foto: Alarabiya
Dina telah menyelesaikan 14 ras Ironman penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, ARAB SAUDI – Sebagai atlet Saudi yang berprestasi, Dina al-Tayeb  mendapatkan dukungan yang sangat luar biasa dari keuarga dan masyarakat. 

Pada 2018, Dina menjadi wanita Arab pertama yang lolos kejuaraan dunia olahraga ultimate Ironman. Dia juga orang Arab Saudi pertama yang menyelesaikan triathlon Ironman jarak jauh, salah satu olahraga tersulit di dunia.

Baca Juga

Triathlon adalah sebuah ajang yang melibatkan tiga olahraga berbeda yang mesti diselesaikan secara berurutan. Meski bervariasi, cabang olahraga dalam ajang triathlon umunya adalah berenang, bersepeda, dan berlari, dengan jarak tempuh yang bervariasi juga.

Dokter gigi dan ibu tiga anak ini menaklukkan olah raga yang sangat menantang ini dengan berlatih sendiri. 

Namun, dengan peningkatan olahraga triathlon di Timur Tengah baru–baru ini dan upaya Arab Saudi mendorong partisipasi perempuan dalam olahraga, peluan tersebut semakin mempermudah atlet belajar  olahraga ini dan berlatih secara berkelompok.

“Saya senang dan bersemangat tentang fase ini. Saya melakukannya sendiri. Sangat menyenangkan untuk menjadi bagian dari komunitas (olahraga), dan memiliki orang-orang yang  mendukung Anda. Saya senang melihat komunitas olahraga berkembang. Kami melihat banyak talenta yang sangat bagus, ” kata Dina seperti dikutip dari Alarabiya belum lama ini. 

"Dibutuhkan minimal sembilan bulan pelatihan yang konsisten untuk mempersiapkan tubuh Anda untuk balapan seperti ini," kata Dina.

Menurut dia, kondisi cuaca yang tidak terduga adalah tantangan terbesar dari kompetisi ini dan menuntut berenang di perairan terbuka yang dingin di lautan, atau bahkan melaju melalui medan pegunungan yang keras.

Namun, Dina adalah orang yang sangat percaya pada moto ‘tanpa rasa sakit, tanpa hasil’. 

“Saya selalu menyukai aspek luar dari olahraga. Saya adalah seorang pelari, pemain tenis, dan seorang atlet bela diri. Saya selalu mencari sesuatu yang saya bisa unggul, tetapi yang lebih penting, sesuatu yang sulit. Saya menempatkan diri saya dalam banyak rasa sakit untuk mencapai apa yang saya cari," kata Dina.

Dia mengatakan, telah mengejar mimpinya selama bertahun-tahun. Butuh 15 kompetisi  internasional sebelum dia menjadi perempuan Arab pertama yang lolos ke Ironman World Championship yang diadakan di Hawaii.

Dengan  rendah hati, ibu tiga anak ini mengingatkan Alarabiya bahwa dia bukan atlet penuh waktu dengan tim ahli yang membentuk kariernya.

photo

Dina al-Tayeb tengah beraksi di medan triathlon/ Alarabiya

“Saya bukan atlet penuh waktu yang segera diberi semua alat. Saya belajar melalui coba-coba. Saya adalah orang normal. Siapa pun seperti saya dapat mencapai apa yang saya lakukan, " katanya.

Sejauh ini, Dina telah menyelesaikan 14 ras Ironman penuh dan sekitar 30 dengan setengah jarak dari 100 ironman triathlon yang telah dia ikuti. Dalam dua bulan ke depan, dia akan memulai pelatihan untuk lolos ke Kejuaraan Dunia Hawaii sekali lagi.

Dina tidak hanya memaksimalkan dirinya melalui arena balap tetapi juga kehidupan. Rutinitas hariannya menyerupai latihan interval intensitas tinggi. Dimana dia dengan cekatan bergantian melalui tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, seorang istri, seorang dokter gigi, dan seorang akademisi. 

“Di pagi hari saya memakai 'topi ibu', tengah hari saya adalah dokter gigi, dan pada malam hari saya adalah triathlete,” katanya.

Menurutnya kuncinya bisa sukses menjalani berbagai bidang secara bersamaa adalah manajemen waktu yang baik. 

“Saya tidak suka membuang banyak waktu, jadi saya tidak hanya duduk dan menonton TV atau menghabiskan banyak waktu di media sosial. Saya biasanya merencanakan hari saya dengan hati-hati,”ujarnya.

Dina mengatakan bahwa tumbuh dewasa di Arab Saudi dan menghadiri salah satu sekolah swasta Kerajaan, semua olahraga, termasuk menunggang kuda, tenis, dan bola basket, semua fasilitas itu tersedia. 

 

 

 

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA