Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Netanyahu: Israel tak akan Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir

Selasa 11 Jun 2019 11:52 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Reiny Dwinanda

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: Ronen Zvulun/Pool Photo via AP
Pernyataan Israel muncul setelah mendengar peningkatan pengayaan uranium Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Hal itu dia ungkapkan setelah Kepala Badan Energi Atom Internasional Yukiya Amano mengungkapkan tentang peningkatan pengayaan uranium Iran.

Baca Juga

“Israel tidak akan mengizinkan Iran mengembangkan senjata nuklir,” katanya seraya menambahkan bahwa hal tersebut mengancam keberadaan Israel dan membahayakan dunia.

Dia pun menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tentang ancaman atom yang ditimbulkan program nuklir Israel.

“Zarif berbohong. Iran adalah negara yang secara terbuka mengancam, setiap hari, untuk menghancurkan Israel. Iran terus mempertahankan dirinya secara militer di Suriah,” ujar Netanyahu.

 

Pada Senin (10/6), Zarif mengatakan negaranya siap merespons ancaman Netanyahu yang pernah menyatakan ingin menghancurkan Iran.

"Anda harus bertanya kepada rezim yang memiliki senjata nuklir tentang bagaimana Netanyahu berdiri di samping Dimona (reaktor), sebuah situs senjata nuklir, dan mengatakan Iran harus dihancurkan," ujar Zarif.

Dia menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengobarkan perang terhadap negara mana pun. Sikap itu akan tetap dipertahankan di masa mendatang.

Namun, menurut Zarif, jika ada negara yang mengancam, Iran tak akan tinggal diam. "Tidak ada yang bisa bertindak melawan rakyat kami tanpa menerima tanggapan tegas," ucap Zarif.

Pada Agustus 2018, Netanyahu melakukan kunjungan ke situs nuklir rahasia Israel di Dimona. Kala itu, Netanyahu memperingatkan bahwa pihak-pihak yang berupaya menghancurkan Israel menempatkan diri mereka dalam bahaya dan akan menderita hal yang sama.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sering menyebut Israel sebagai kanker yang harus diberantas. Dia pun mengklaim telah menetapkan rencana terperinci untuk memberangus negara tersebut.

 

 

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA