Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

AS Tegaskan tidak Ingin Berperang dengan Iran

Senin 17 Jun 2019 04:12 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Israr Itah

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington.

Foto: AP Photo/Sait Serkan Gurbuz
AS menuding Iran telah melakukan serangan terhadap dua kapal tanker

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan tidak ingin berperang dengan Iran. Namun, dia menegaskan, AS tetap akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan, termasuk diplomasi guna menjaga keamanan navigasi di perairan Timur Tengah.

"Kami tidak ingin berperang. Kami telah melakukan apa yang kami bisa untuk mencegah ini," kata Pompeo kepada Fox News seperti diwartakan Reuters, Senin (17/6).

Baca Juga

Tensi antara Washington dan Teheran kembali meningkat menyusul tuduhan pemerintahan Presiden AS Donald Trump atas penembakan dua kapal tanker yang mengangkut minyak di perairan Oman. AS menuding Iran telah melakukan serangan terhadap dua kapal tanker tersebut.

"Iran seharusnya memahami secara utuh bahwa kami akan terus melakukan upaya untuk menghalangi mereka terlibat dalam perilaku semacam ini," kata Pompeo lagi.

Iran telah membantah memiliki andil atas peristiwa tersebut. Namun, mantan direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) memiliki bukti lain di samping rekaman video yang menunjukan bahwa Teheran berada di belakang serangan itu.

"Komunitas intelijen memiliki banyak data, banyak bukti dan dunia akan datang untuk melihatnya," lanjut Pompeo.

Dia mengatakan, segala upaya akan dilakukan guna menjamin keamanan navigasi pengiriman laut di kawasan tersebut. Dia mengklaim telah berkomunikasi dengan pejabat negara lain guna mengajak dunia internasional merespons perbuatan Iran.

Dia menyebut bahwa negara semisal Cina, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia bergantung pada keamanan jalur perdagangan itu. Dia optimistis negara-negara tersebut akan membantu AS merespons sikap Iran terkait masalah tersebut.

"Setelah mereka melihat resiko ekonomi dan perilaku keterlaluan Iran, mereka akan bergabung dengan kami dalam masalah ini," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA