Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Respons Tudingan AS Soal Tanker, Iran: Kampanye Iranofobia

Sabtu 15 Jun 2019 20:40 WIB

Red: Nashih Nashrullah

(Ilustrasi) bendera iran

(Ilustrasi) bendera iran

Foto: wikipedia.org
Iran menolak dengan tegas tuduhan Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Iran menyebut pernyataan perwakilan Amerika Serikat di PBB yang menuding Iran atas serangan dua tanker di Teluk Oman sebagai kampanye "Iranofobia".

Baca Juga

Pernyataan oleh perwakilan AS terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB pada 13 Juni 2019 adalah kampanye Iranophobia, demikian disampaikan dalam keterangan tertulis Perwakilan Tetap Iran untuk PBB yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/6).

Pemerintah Iran dengan tegas menolak klaim tidak berdasar AS sehubungan dengan insiden tanker minyak di Teluk Oman yang terjadi pada 13 Juni lalu dan mengecam keras tudingan AS tersebut.

"Sungguh ironis bahwa AS yang sebelumnya secara tidak sah menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama sekarang justru memanggil Iran untuk kembali ke negosiasi dan diplomasi," kata pernyataan dari Perwakilan Tetap Iran untuk PBB.

Perang ekonomi AS dan terorisme terhadap rakyat Iran serta kehadiran militernya yang besar di kawasan telah dan terus menjadi sumber utama ketidakamanan dan ketidakstabilan di wilayah Teluk Persia yang lebih luas dan menjadi ancaman paling signifikan bagi perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut.

Untuk itu, pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat tentang semua tindakan paksaan, intimidasi, dan perilaku memfitnah AS selama ini.

Selain itu, pemerintah Iran juga menyatakan keprihatinan atas insiden mencurigakan berupa serangan terhadap kapal tanker minyak yang terjadi di teluk Oman.

Selanjutnya, Iran menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawab dalam mencegah kebijakan dan praktik AS serta sekutunya

yang dinilai gegabah dan dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.

Pemerintah Iran pun menegaskan bahwa satu-satunya solusi untuk meredakan ketegangan itu adalah dengan keterlibatan aktif dan konstruktif dari semua negara di kawasan untuk mengadakan dialog yang berdasarkan pada asas saling menghormati, inklusivitas dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

"Insiden baru-baru ini dan situasi regional saat ini menjadi bukti mengenai kebutuhan mendesak akan dialog regional tersebut," kata pernyataan Perwakilan Iran untuk PBB.

Menekankan perlunya mempromosikan perdamaian dan keamanan di wilayah Teluk Persia yang lebih luas, pemerintah Iran menyatakan siap untuk memainkan peran aktif dan konstruktif dalam memastikan keamanan lintas laut yang strategis serta mempromosikan perdamaian, stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat menuding Iran atas serangan dua tanker di Teluk Oman pada Kamis (13/6), yang menyebabkan lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran tentang konfrontasi baru antara Amerika Serikat dan Iran, meski Teheran membantah pihaknya terlibat dalam insiden tersebut.

 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA