Rabu 10 Oct 2012 16:00 WIB

Oposisi Rebut Kota Penghubung Damaskus-Allepo

Rep: Afriza Hanifa/ Red: Didi Purwadi
Gerilyawan anggota Tentara Pembebasan Suriah melontarkan kecaman menentang Presiden Suriah, Bashar Al Assad, di Azzaz, Aleppo, Suriah.
Foto: Reuters/Abdo
Gerilyawan anggota Tentara Pembebasan Suriah melontarkan kecaman menentang Presiden Suriah, Bashar Al Assad, di Azzaz, Aleppo, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Oposisi Suriah berhasil menguasai kota Maarat al-Numan di Provinsi Idlib. Kota tersebut dianggap strategis karena menghubungkan Ibu Kota Suriah, Damaskus dan pusat perekonomian Allepo.

Seorang aktivis, Rami Abdel Rahman, menuturkan pejuang oposisi Suriah berhasil memukul mundur pasukan reguler dari seluruh pos pemeriksaan di Maarat al-Numan pada Selasa (9/10). Kota pun saat ini telah dikuasai pihak oposisi.

"Pasukan reguler ditarik kembali dari semua pos pemeriksan. Pasukan menahan semua pos kecuali milik jaringan aktivis dan komite koordinasi lokal," tuturnya seperti dilansir Al-Jazeera.

Kota tersebut, menurut Rami, merupakan lokasi strategis. Pasalnya, seluruh bala bantuan rezim tak dapat menuju Allepo kecuali melalui kota Maarat al-Numan tersebut. Perebutan kota tersebut pun merupakan kali kedua setelah sebelumnya dikuasai bulan Juni dan direbut militer di bulan Agustus.

Direktur Pusat Studi Timur Tengah Universitas Oklahoma, Joshua Landis, mengatakan perebutan Maarat al-Numan merupakan kemenangan yang penting. Kota tersebut merupakan salah satu kota utama di provinsi Idliib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement