Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Warga AS Dilaporkan Disiksa di Arab Saudi

Ahad 03 Mar 2019 10:06 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Bendera Arab Saudi.

Bendera Arab Saudi.

Foto: Eurosport
Penyiksaan terhadap Dokter Fitaihi dilakukan di hotel tempat dia ditahan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Seorang warga Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah disiksa dalam penahannya di Arab Saudi. Laporan surat kabar AS, The New York Times (NYT) mengatakan, bahwa Walid Fitaihi, seorang dokter warga AS-Saudi diduga telah diseret dari kamarnya di hotel Ritz Carlton Riyadh, tempat dia ditahan.

NYT mendeskripsikan bahwa korban ditutup matanya, dilucuti pakaian dalamnya, dan kemudian diikat ke kursi. Korban merupakan dokter jebolan Harvard University. Dia kemudian dilaporkan disetrum dengan listrik.

"Satu sesi penyiksaannya berlangsung sekitar satu jam," tulis laporan surat kabar itu. Korban juga dicambuk sangat parah sehingga ia tidak bisa tidur terlentang selama berhari-hari.

Dokter Fitaihi dikabarkan memegang kewarganegaraan ganda Amerika-Saudi. Dia adalah satu dari beberapa warga Saudi yang ditangkap dalam penangkapan massal pada November 2017. Penangkapan ratusan orang Saudi pada 2017 merupakan tindakan keras anti-korupsi yang diperintahkan oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Seperti banyak kasus lainnya, tuduhan terhadap dokter Fitaihi belum diungkapkan dan belum ada pengadilan. Hingga berita ini keluar, dia tetap berada dalam tahanan.

Sejumlah orang yang terperangkap dalam penangkapan tersebut juga menuduh penyiksaan oleh Saudi termasuk setrum listrik. Namun, Saudi membantah tuduhan itu.

Kewarganegaraan ganda dokter Fitaihi dinilai dapat semakin memperumit hubungan antara Saudi dan AS. Pada Desember, Senat AS memberikan suara bulat pada resolusi tidak mengikat. AS menyalahkan putra mahkota Saudi MBS atas pembunuhan brutal terhadap jurnalis terkemuka Saudi, Jamal Khashoggi.

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul oleh sekelompok agen Saudi. Agen-agen intelijen AS percaya bahwa MBS memerintahkan pembunuhan itu. Namun, Saudi membantah tuduhan itu.

Khashoggi pun sempat memprotes penahanan Fitaihi di Arab Saudi dalam sebuah tweet pada Januari 2018. "Apa yang terjadi pada kita?" Khashoggi menulis dalam bahasa Arab. "Bagaimana bisa seseorang seperti Dr Walid Fitaihi ditangkap dan apa alasannya?"

Laporan NYT mengatakan, rekan dokter Fitaihi dari Amerika menekan Washington agar menyelesaikan kasusnya.

MBS menggerakkan kampanye anti-korupsi 2017 sebagai "terapi kejut" untuk merombak ekonomi Saudi. Ketika kampanye berakhir pada Januari, pengadilan kerajaan mengatakan, pihak berwenang Saudi telah memanggil 381 orang tanpa memberikan rincian nama, beberapa sebagai saksi.

Saudi mengatakan, sebanyak 87 orang dituduh korupsi sehingga kepemilikan mereka atas real estate, perusahaan, uang tunai, dan aset lainnya dibekukan.

Jaksa penuntut umum menolak untuk menyelesaikan kasus 56 orang karena tuduhan pidana yang ada terhadap mereka. Delapan orang lagi menolak tawaran penyelesaian dituduh korupsi.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA