Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Sampai Kapan Boeing 737 MAX 8 Dilarang? Ini Kata Menhub

Selasa 12 Mar 2019 18:23 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nidia Zuraya

Koordinator Presidium Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni), Budi Karya Sumadi saat membuka Seminar dan Dialog Nasional bertajuk ‘Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0’, yang dilaksanakan di Hotel PO, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3).

Koordinator Presidium Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni), Budi Karya Sumadi saat membuka Seminar dan Dialog Nasional bertajuk ‘Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0’, yang dilaksanakan di Hotel PO, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3).

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Saat ini ada 11 pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku telah meminta agar pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai penerbangan di Tanah Air, agar dikandangkan sementara. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan jenis pesawat tersebut.

''Untuk sementara kita grounded dulu, sampai ada klarifikasi kasus jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines,'' jelas nMenhub di Purbalingga, Selasa (12/3) sore.

Mengenai berapa lama pesawat Boeing 737 MAX 8 di-grounded, Menhub mengaku tidak bisa memastikan. ''Bisa kurang dari seminggu, tapi bisa juga lebih seminggu. Prinsipnya, kita mengambil sikap konservatif saja,'' katanya.

Yang pasti, kata Menhub, pihaknya telah menugaskan Dirjen Perhubungan Udara untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab pesawayt Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines tersebut sampai jatuh.

Menhub juga menyatakan tidak bisa menduga-duga apakah pesawat Boeing 737 MAX 8 nantinnya dinyatakan tidak layak terbang atau layak terbang. ''Saya tidak bisa menduga-duga seperti itu. Tapi kita tetap optimistis, pesawat ini nantinya tetap bisa terbang. Hanya tingga diatasi kasusnya,'' jelasnya.

Dia menyatakan, hingga saat ini ada 11 pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air, sedang 1 pesawat dioperasikan Garuda Indonesia Airways.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA