Senin 25 Mar 2019 19:00 WIB

Delegasi Uni Eropa Tunda Kunjungan ke Xinjiang

Delegasi Uni Eropa menyatakan membutuhkan persiapan untuk kunjungi Xinjiang.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nur Aini
Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, berolahraga di lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019).
Foto: ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie
Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, berolahraga di lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Duta besar Uni Eropa di Beijing menyatakan tidak akan mengunjungi wilayah barat Cina, Xinjiang, pada pekan ini setelah menerima undangan pemerintah. Sebab, perjalanan tersebut membutuhkan persiapan yang matang.

Seorang juru bicara Delegasi Uni Eropa ke Cina mengatakan, mereka bersama dengan kedutaan besar negara-negara anggota di Beijing, pada 21 Maret telah menerima undangan resmi. Undangan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Cina untuk mengirim duta besar ke Xinjiang dari 27-29 Maret.

Baca Juga

"Sementara Uni Eropa dan negara-negara anggota UE pada prinsipnya menyambut undangan itu, kunjungan semacam itu membutuhkan persiapan yang matang agar bermakna," kata juru bicara itu.

Adapun Cina telah meningkatkan upaya untuk melawan kritik yang berkembang di Barat, dan di antara kelompok-kelompok hak asasi manusia. Langkah itu dilakukan terkait dengan program deradikalisasi kontroversial di Xinjiang.

"Diskusi untuk tujuan ini sedang berlangsung, maka perjalanan yang diusulkan tidak akan terjadi pekan ini. UE tetap terbuka untuk kunjungan di masa depan dengan mempertimbangkan harapan kami," ucap juru bicara itu.

Para kritikus menyatakan Cina mengoperasikan kamp-kamp interniran untuk warga Uighur dan Muslim lainnya yang tinggal di Xinjiang. Sementara, pemerintah menyebutnya sebagai pusat pelatihan kejuruan. Cina juga mengatakan, mereka memiliki kebutuhan nyata untuk mencegah pemikiran, dan kekerasan ekstremis.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, akhir pekan lalu, mereka akan mengundang para diplomat Eropa yang berbasis di Beijing untuk segera berkunjung. Sumber Reuters mengatakan undangan dibuat untuk duta besar Uni Eropa yang berbasis di Beijing.

Sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengatakan, pembicaraan sedang berlangsung tentang perjalanan itu. Namun, ia tidak menguraikannya lebih lanjut. Sementara seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, tur ke Xinjiang yang diselenggarakan oleh pemerintah Cina menyesatkan dan menyebarkan narasi palsu tentang wilayah yang bermasalah.

Geng mengungkapkan, perjalanan yang diselenggarakan oleh pemerintah Cina ke Xinjiang untuk diplomat dan wartawan telah berhasil. Disebutkan mereka sukses menunjukkan kepada orang-orang situasi yang sebenarnya di sana, dan mengecam kritik yang dilontarkan AS.

Berbicara pada jumpa pers harian, Geng mengatakan, perjalanan itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat internasional tentang perkembangan sosial dan ekonomi Xinjiang.

"Orang-orang yang telah dalam perjalanan merasakan sendiri situasi sebenarnya ketenangan, dan ketertiban Xinjiang, dan kehidupan bahagia, dan pekerjaan semua orang di sana, dan semuanya secara positif menilai kebijakan Cina yang mengatur Xinjiang," kata Geng.

Geng mengatakan, kritik AS tidak sesuai dengan fakta. Cina dengan tegas menentang AS, mereka menyebut Amerika Serikat selalu mencampuri urusan dalam negerinya menggunakan masalah Xinjiang.

"Saat ini Xinjiang stabil secara politik, ekonomi berkembang, dan masyarakat harmonis," ujar Geng.

Terdapat dua kunjungan kelompok-kelompok termasuk dari diplomat Eropa ke Xinjiang tahun ini. Salah satunya yakni sekelompok kecil diplomat UE, dan lainnya dari sekelompok diplomat dari campuran negara-negara yang lebih luas, termasuk misi dari Yunani, Hongaria, dan negara-negara Afrika Utara dan Asia Tenggara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement