Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Erick Thohir: Hasil Penghitungan Suara di Luar Negeri Hoaks

Rabu 10 Apr 2019 15:20 WIB

Red: Elba Damhuri

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir hadir dalam kampanye akbar Jokowi di Cirebon, Jumat (5/4).

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir hadir dalam kampanye akbar Jokowi di Cirebon, Jumat (5/4).

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Erick Thohir tegaskan belum ada penghitungan suara pemilu dan pilpres di luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari ini beredar berita hasil perhitungan suara pemilu di luar negeri dan pencoblosan lebih awal. Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, erick thohir , membantah adanya informasi sudah selesainya penghitungan suara pemilu di luar negeri tersebut.

Erick menegaskan, sesuai dengan UU Pemilu semua suara yang masuk akan dihitung secara bersamaan. Jadi, kata dia, tidak ada penghitungan hasil pemilihan umum dan pemilihan presiden lebih awal.

Baca Juga

"Berita-berita bohong seperti inilah yang terus kami ingatkan kepada masyarakat, agar jangan mudah percaya. Ini merupakan rekayasa dari kelompok tertentu yang ingin membuat suasana gaduh dan memanfaatkan situasi," kata Erick Thohir di Jakarta, Rabu (10/4).

Pencoblosan surat suara untuk warga Indonesia di luar negeri dilaksanakan hingga 14 April. Sesuai Pasal 167 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pemilu di luar negeri memang diselenggarakan lebih awal (early voting).

Meski dimulai lebih awal, namun penghitungan suara dilakukan bersamaan dengan di dalam negeri, yakni seluruh suara baru direkapitulasi pada 17 April 2019.

Pernyataan Erick juga diamini oleh Komisi Pemilu Umum (KPU). Melalui Komisioner KPU, Pramono Tantowi Ubaid, ia menyatakan penghitungan suara pemilu presiden dan pemilu legislatif di luar negeri belum dilakukan sehingga belum bisa ditentukan siapa pemenangnya.

Atas dasar semakin masifnya berita bohong, fitnah, dan hoaks yang memecah belah, bahkan mendiskreditkan lembaganegara yang bertanggung jawab terhadap pemilu, seperti KPU atau Bawaslu, Erick meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mengajak publik untuk mengecek sumber berita sebelum menyebarkan melalui media sosial.

Erick mengatakan masyarakat harus lebih peduli terhadap berbagai informasi yang masuk apalagi di tahun politik ini. "Menuju pesta demokrasi terbesar dalam sejarah negeri ini, mari kita bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan juga kebersamaan dalam kegembiraan sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan berita-berita bohong," kata Erick.

BACA JUGA: Mahfud MD Harap Pemilu tidak Dibuat Mainan

Ia meminta publik untuk tetap percaya pada lembaga penyelenggaran pemilu, baik saat pencoblosan hingga penghitungan suara akhir. Erick mengatakan semua pihak harus menghargai hasil pemilu tanpa ada ancaman apapun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA