Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Perang Dagang AS-Cina Jadi Isu Utama di G20 Jepang

Rabu 19 Jun 2019 20:00 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pendapat saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pendapat saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Perang dagang AS-Cina berkorelasi dan dirasakan banyak negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Situasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina akan menjadi salah satu isu utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni 2019 mendatang. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pembicaraan isu tersebut memang berkorelasi dengan imbas perang dagang yang dirasakan banyak negara.

"Dari sisi risiko global, trade war, akan menjadi bahan pembahasan utama di sana," kata Sri usai rapat terbatas tentang persiapan G20 di Kantor Presiden, Rabu (19/6).

Selain isu soal perang dagang, Jepang sebagai tuan rumah juga mengajukan sejumlah topik pembicaraan seperti kerja sama perpajakan internasional. Jepang, ujar Sri, memang salah satu negara yang memiliki fokus pada ekonomi digital.

Sri menambahkan, KTT G20 juga akan dihadiri oleh perwakilan Menteri Kesehatan setiap negara karena negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut juga akan membahas jaminan kesehatan universal.

"Mereka juga akan melihat masalah teknologi, digital, artificial intellegence akan memiliki sesi khusus mengenai hal itu. Karena itu salah satu bidang utama yang ingin ditonjolkan oleh Jepang," katanya.

Tak hanya itu, negara-negara G20 juga akan mendiskusikan pembiayaan infrastruktur yang saat ini sedang gencar dilakukan negara berkembang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA