Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Peran yang Bisa Dilakukan Orang Kaya pada Perubahan Iklim

Senin 15 Jul 2019 05:38 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Endro Yuwanto

Orang kaya raya (ilustrasi)

Orang kaya raya (ilustrasi)

Foto: spdi.eu
Orang kaya dapat melakukan yang terbaik untuk membantu memperbaiki krisis iklim.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Orang kaya tidak hanya memiliki saldo bank yang lebih besar dan gaya hidup yang lebih mewah. Orang kaya juga memiliki jejak karbon yang lebih besar dan jadi salah satu pemicu perubahan iklim.

Semakin banyak barang yang dimiliki, dan semakin banyak bepergian, maka semakin banyak bahan bakar fosil dibakar, dan semakin banyak gas rumah kaca yang dipancarkan ke atmosfer. Berkeliling, membeli barang-barang mewah, rumah-rumah mewah dan mengendarai mobil mahal, semuanya memiliki jejak karbon.

Organisasi amal Oxfam memperkirakan bahwa jejak karbon rata-rata seseorang di kisaran 1 persen terkaya di dunia bisa 175 kali lipat dari seseorang di 10 persen termiskin. Studi ini juga menunjukkan bahwa orang miskin paling menderita dari perubahan iklim.

Tetapi beberapa orang berpendapat bahwa orang kaya dapat melakukan yang terbaik untuk membantu memperbaiki krisis iklim. Inilah cara orang kata agar bisa membuat perbedaan seperti dilansir di CNN, Ahad (14/7):

1. Belanja dengan bijak

Keputusan membeli orang kaya jauh lebih berarti dalam perang melawan perubahan iklim daripada keputusan kebanyakan orang. Ilona Otto dan rekan-rekannya di Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim memperkirakan bahwa rumah tangga "super-kaya" khas dua orang (yang mereka definisikan memiliki aset bersih lebih dari 1 juta dolar AS, tidak termasuk rumah utama mereka) memiliki jejak karbon sebesar 129 ton CO2 per tahun. Itu sekitar 10 kali rata-rata orang.

"Mengenai pilihan gaya hidup mereka sendiri, orang kaya bisa banyak berubah," kata Otto. "Misalnya, meletakkan panel surya di atap rumah mereka. Mereka juga mampu membeli mobil listrik dan yang terbaik, jika mereka menghindari menggunakan pesawat."

Dalam studi tersebut, perjalanan udara menyumbang lebih dari setengah jejak karbon pasangan super kaya. Orang kaya juga memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk melakukan perubahan. Menurut laporan mengenai konsumsi di kota-kota berpenghasilan tinggi, seorang konsumen berpenghasilan tinggi kemungkinan memiliki akses dan mampu membeli lebih banyak produk ramah iklim dari petani lokal. "Kota-kota berpenghasilan tinggi dan individu berpenghasilan tinggi juga memiliki sumber daya untuk mencoba produk, layanan, dan solusi baru," kata studi tersebut.

2. Divestasi

Selain memilih untuk membelanjakan uang, orang kaya dapat memilih industri apa yang akan diinvestasikan, atau tidak berinvestasi. Oxfam memperkirakan bahwa jumlah miliarder dalam daftar Forbes dengan kepentingan bisnis di sektor bahan bakar fosil naik dari 54 pada 2010 menjadi 88 pada 2015, dan ukuran kekayaan mereka meningkat dari lebih dari 200 miliar dolar AS menjadi lebih dari 300 miliar dolar AS.

Tapi ada tren investor kaya menjual saham mereka di industri yang merusak iklim, yang dikenal sebagai divestasi. Lebih dari 1.100 organisasi dan 59.000 individu, dengan aset gabungan senilai 8,8 triliun dolar AS, telah berjanji untuk melepaskan diri dari bahan bakar fosil melalui gerakan online DivestInvest.

Di antara mereka adalah aktor Hollywood Leonardo DiCaprio, yang menandatangani janji atas nama dirinya dan yayasan lingkungannya, serta sekelompok 22 orang kaya dari Belanda yang berjanji untuk menghilangkan kekayaan pribadi mereka dari 200 perusahaan teratas minyak, gas, dan batu bara.

"Jika investor minoritas melakukan divestasi, investor lain tidak akan berinvestasi dalam aset bahan bakar fosil karena mereka akan takut kehilangan uang, bahkan jika mereka tidak memiliki masalah lingkungan." kata studi tersebut.

3. Kekayaan berarti kekuatan

Orang kaya bukan hanya pembuat keputusan ekonomi, mereka juga dapat memiliki pengaruh politik. Mereka dapat mendanai partai politik dan kampanye dan memiliki akses ke anggota parlemen. Orang kaya dapat menggunakan kekuatan politik mereka untuk memicu perubahan positif pada kebijakan iklim.

4. Mendanai penelitian iklim

Orang kaya juga dapat mendukung penelitian iklim. Pada 2015, pendiri Microsoft, Bill Gates, memberikan 2 miliar dolar AS dari kekayaannya untuk mendanai penelitian dan pengembangan dalam energi bersih. Pada bulan Mei, sekelompok ilmuwan menulis kepada 100 badan amal dan keluarga kaya di Inggris untuk meminta peningkatan besar dalam pendanaan masalah lingkungan dan iklim.

Ada banyak insentif bagi orang kaya untuk menuntut tindakan iklim: Sebuah laporan PBB baru-baru ini memperingatkan bahwa menunda kebijakan iklim akan membebani perusahaan top dunia 1,2 triliun dolar AS selama 15 tahun ke depan.

5. Jadi Panutan

Orang super kaya mungkin juga memiliki pengaruh pada emisi karbon orang lain. Status tinggi dalam masyarakat tetap dikaitkan dengan kekayaan materi yang tinggi. Banyak yang meniru gaya hidup para orang kaya ini sehingga mereka harus dapat menjadi panutan dalam mencegah perubahan iklim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA