Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Demonstran Hong Kong Nyanyikan God Save the Queen

Ahad 15 Sep 2019 17:43 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Andri Saubani

Unjuk rasa di Hongkong (Ilustrasi)

Unjuk rasa di Hongkong (Ilustrasi)

Foto: Youtube
Demonstran melambaikan bendera nasional Inggris di luar konsulat the Black Country.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Ribuan pengunjuk rasa Hong Kong menyanyikan lagu kebangsaan Inggris, God Save the Queen. Mereka juga melambaikan bendera nasional Inggris di luar konsulat the Black Country, meminta mantan kolonial itu untuk memastikan komitmen Cina dalam mengimplementasikan kebebasan di kota mereka.

Hong Kong yang dikuasai Cina telah diguncang unjuk rasa selama berbulan-bulan. Demonstrasi yang terkandang berujung pada kerusuhan. Pengunjuk rasa marah karena Cina semakin memperkuat cengkramannya di negara berstatus otonomi khusus itu.

Dalam Deklarasi Gabungan Sino-Inggris yang ditandatangani pada 1984 disebutkan Hong Kong dikembalikan ke Cina pada 1997 dengan kerangka 'satu negara, dua sistem'. Sebuah formula yang dirumuskan untuk mempertahankan kebebasan di kota itu.

"Deklarasi Gabungan Sino-Inggris KOSONG," tulis pengunjuk rasa di spanduk mereka, Ahad (15/9).

Pengunjuk rasa juga menulis 'SOS Hong Kong' dan meneriakan slogan 'satu negara, dua sistem sudah mati'. Mereka juga membawa bendera Inggris.

Banyak anak muda yang mencari jalur keluar dari Hong Kong. Pegiat gerakan demokrasi mengatakan, Inggris harus mengubah status passpor Inggris sebagai luar negeri setelah Hong Kong dikembalikan ke Cina. Pemilik paspor itu dapat mengunjungi Inggris selama enam bulan tapi tidak dapat tinggal atau bekerja di sana.

"Saya di sini untuk menuntut Inggris melindungi hak warga di Hong Kong dan berbicara atas nama Hong Kong di bawah Deklarasi Gabungan," kata salah satu pengunjuk rasa Jacky Tsang.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA