Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Apa yang Perlu Dilakukan Saat Terjadi Gempa?

Rabu 11 Sep 2019 05:56 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Apa yang Perlu Dilakukan Saat Terjadi Gempa?
Konsultasi Oleh:
ukabumi termasuk wilayah rawan gempa karena adanya sesar / patahan Cimandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salam pembaca,

Mulai pekan ini dan seterusnya, redaksi akan menayangkan tanya jawab seputar kebencanaan bersama Bapak Dr Agus Wibowo selaku Pelaksana tugas Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pertanyaan bisa disampaikan melalui alamat email: newsroom@rol.republika.co.id.

Wilayah Kota/Kabupaten Sukabumi seringkali terjadi gempa dan pusatnya berada di Sukabumi dan ini menjadikan warga sebagian bertanya-tanya kenapa hal itu terjadi, pertanyaannya:

1. Apa penyebab utama terjadinya gempa yang terjadi pada Agustus 2019 lalu di Sukabumi, bahkan dalam sehari ada tiga kali gempa yang dirasakan?
2. Langkah apa yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa dan apakah perlukan simulasi ketika terjadi gempa?
3. Apakah Sukabumi termasuk daerah rawan gempa karena adanya patahan Cimandiri?

Dila Novianti, warga Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi

Jawaban:
1.    Gempa tersebut sebagai gempa swarm yaitu  serangkaian aktivitas gempa yang terjadi di kawasan sangat lokal, dengan magnitudo relatif kecil, memiliki karakteristik frekuensi kejadian sangat tinggi, dan berlangsung dalam periode waktu tertentu.

BMGK menyebutkan bahwa sudah terjadi 76 gempa swarm sampai 21 Agustus 2019 di lokasi tersebut. Gempa swarm di Bogor ini diduga disebabkan oleh aktivitas pergerakan magma dan menekan batuan sehingga membangun tegangan dan akhirnya terjadi patahan.
2.    Untuk rumah yang tidak tahan gempa langkah terbaik adalah segera keluar rumah untuk menghidari kejatuhan rumah dan barang-barang berat lainnya di dalam rumah.
3.    Ya betul wilayah Sukabumi termasuk wilayah rawan gempa karena adanya sesar / patahan Cimandiri. Sudah banyak gempa besar yang terjadi karena aktivitas sesar Cimandiri antara lain gempa dengan intensitas MMI VII pada tahun 1900, gempa M5,5 tahun 1982, M5,4 dan M5,1 tahun 2000.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA