Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Vietnam Perkenalkan Sepeda Listrik

Sabtu 16 Nov 2019 07:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Sepeda Listrik. Ilustrasi

Sepeda Listrik. Ilustrasi

Foto: Carscoops
Sepeda listrik Vietnam diharapkan dapat mengatasi masalah transportasi.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI --  Ibu kota Vietnam, Hanoi, memiliki hubungan yang sangat erat dengan sepeda motor. Kondisi itu membuat jalan ramai dan berantakan, serta menjadi perhatian isu lingkungan. Oleh karena itu, sepeda listrik diperkenalkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga

Kendaraan tersebut mendominasi jalanan dan merupakan bagian dari pemandangan sehari-hari di ibu kota Vietnam. Bagi banyak orang, bepergian dengan sepeda motor lebih cepat dan lebih murah.

Ada hampir enam juta sepeda motor di kota itu dengan sekitar delapan juta orang yang menggunakannya. Angka itu sangat besar bila dibandingkan dengan sekitar 700.000 mobil yang ada di jalanan Hanoi.

Sepeda motor pun menjadi alat transportasi serba guna, orang dan barang dapat diangkut dengan mudah. Hal yang umum untuk melihat barang-barang di atas motor, hingga melebihi kapasitas angkut dari angkutan itu. Pengunjung dan penduduk lokal juga dapat berkeliling dengan sepeda motor dengan aplikasi pemesanan daring sesuai permintaan.

Meski sepeda menjadi alat transportasi utama Hanoi, pemerintah berencana untuk melarang keberadaannya di daerah pusat kota pada 2030. Keputusan itu dalam upaya untuk mengurangi polusi dan kemacetan di kota. Harapannya adalah lebih banyak penduduk lokal akan beralih menggunakan jaringan transportasi umum Hanoi, yang saat ini sedang diperbaiki oleh pemerintah.

"Kami berpikir memperkenalkan motor listrik ke pasar sangat berarti, dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang Vietnam," ujar Wakil CEO Vingroup  Vo Quang Hue.

Untuk mendukung solusi masalah isu lingkungan, salah satu perusahaan otomotif VinFast meluncurkan skuter listrik pertamanya, Klara, pada 2018. Menurut perusahaan ini, skuter listrik mengeluarkan lebih sedikit gas buang dan polutan, sehingga menciptakan solusi yang lebih ramah lingkungan bagi pengemudi.

"Saat ini, motor bensin sangat populer di Vietnam. Namun, saya percaya bahwa e-skuter akan secara bertahap diterima oleh pelanggan, berterima kasih atas keramahan lingkungannya dan operasi bebas kebisingan di kota,"  kata Vo.

Produk anak perusahaan otomotif konglomerat terbesar Vietnam, Vingroup, ini dapat melakukan perjalanan hingga 90 kilometer per muatan dengan kecepatan maksimum 50 kilometer per jam. Benda itu juga merupakan skuter pintar, dilengkapi dengan GPS dan Bluetooth, dan dapat dihubungkan ke smartphone.

Pengemudi juga dapat mengisi daya baterai di salah satu dari ribuan toko dan supermarket milik Vingroup, VinMart, di seluruh kota. "Sejak peluncuran [Klara], ribuan telah dijual kepada pelanggan," kata Vo, dikutip dari CNN, Jumat (15/11). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA