Rabu 20 Nov 2019 13:39 WIB

Austria Ubah Rumah Kelahiran Hitler Jadi Kantor Polisi

Rumah kelahiran Hitler tersebut menjadi properti milik pemerintah Austria pada 2016.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah
Pemerintah Austria akan mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler menjadi kantor polisi. Rumah bercat kuning tersebut berada di Braunau, Austria. Foto diambil pada 22 Oktober 2016.
Foto: REUTERS/Leonhard Foeger
Pemerintah Austria akan mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler menjadi kantor polisi. Rumah bercat kuning tersebut berada di Braunau, Austria. Foto diambil pada 22 Oktober 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, BRAUNAU -- Kementerian Dalam Negeri Austria mengumumkan, rumah tempat Adolf Hitler dilahirkan akan diubah menjadi kantor polisi. Keputusan diambil setelah bertahun-tahun perselisihan hukum ketika pemerintah berupaya mencegah bangunan itu menjadi kuil neo-Nazi.

Rumah berwarna kuning itu berada di kota utara Braunau perbatasan dengan Jerman. Tempat itu menjadi saksi sosok Hitler lahir pada 20 April 1889 dan menjadi properti milik pemerintah Austria pada 2016.

Baca Juga

Kementerian Dalam Negeri saat ini sedang bekerja sama dengan arsitek untuk mengubah bangunan menjadi kantor kepolisian. "Penggunaan rumah oleh polisi di masa depan harus memberikan sinyal yang jelas bangunan ini tidak akan pernah menjadi tempat untuk memperingati Nazisme," kata Menteri Dalam Negeri Wolfgang Peschorn dalam siaran pers, dikutip dari The Guardian, Rabu (20/11).

Kompetisi arsitektur ini akan ditunjukan untuk seluruh warga Uni Eropa. Lomba yang diluncurkan bulan ini akan melibatkan juri para ahli, termasuk perwakilan dari pemerintah kota, untuk menemukan desain terbaik pada paruh pertama tahun depan.

Meski sudah berada di tangan pemerintah, sebelumnya bangunan ini mengalami pertempuran hukum. Pemerintah Austria mesti melakukan pertempuran panjang dengan keluarga Gerlinde Pommer, pemiliki rumah selama hampir satu abad.

Ketidakpastian berakhir tahun ini ketika pengadilan tertinggi negara itu memutuskan kompensasi yang akan diterima Pommer. Pengadilan tertinggi Austria memutuskan awal tahun ini Pommer berhak atas kompensasi sejumlah 810 ribu euro.

Pommer telah menyewakan properti seluas 800 meter persegi itu ke kementerian dalam negeri sejak 1970-an. Pemerintah membayarnya sekitar 4.800 euro sebulan dan menggunakannya sebagai pusat orang-orang berkebutuhan khusus.

Tapi, pengaturan ini berantakan pada 2011, ketika Pommer menolak melakukan pekerjaan renovasi dan menolak menjualnya. Sejak itu, bangunan itu dibiarkan kosong.

Pada satu waktu, kementerian berusaha merobohkannya, tetapi rencana tersebut mendapat perlawanan dari para politikus dan sejarawan. Meskipun Hitler hanya menghabiskan waktu singkat di properti itu, tempat tersebut menarik simpatisan Nazi dari seluruh dunia. Setiap tahun pada hari ulang tahun Hitler, pengunjuk rasa anti-fasis mengatur rapat umum di luar gedung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement