Jumat 14 Feb 2020 07:44 WIB

AS Tawarkan Bantuan untuk Korut Hadapi Virus Corona

AS siap fasilitasi bantuan organisasi internasional untuk Korut hadapi virus corona.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Warga Korea Utara (Korut) berbelanja di sebuah supermarket di Pyongyang, Korut, ilustrasi
Foto: AP Photo/Kin Cheung
Warga Korea Utara (Korut) berbelanja di sebuah supermarket di Pyongyang, Korut, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) menyatakan akan membantu dampak dari wabah virus corona (Covid-19) di Korea Utara (Korut). Korut sebelumnya mengumumkan upaya melipatgandakan pencegahan penyebaran virus tersebut di negaranya.

"Kami sangat mendukung dan mendorong pekerjaan organisasi bantuan dan kesehatan AS dan internasional untuk melawan dan menahan penyebaran virus corona di DPRK," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus merujuk nama resmi Korut.

Baca Juga

Setelah Palang Merah menyerukan penghapusan sanksi bagi Korut untuk membantu mencegah wabah Covid-19, AS pun angkat suara. Ortagus mengatakan, AS siap untuk memfasilitasi persetujuan bantuan dari organisasi-organisasi internasional untuk Korut.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebelumnya mengatakan pembebasan sanksi memungkinkan untuk transfer bank ke kantor negara IFRC di Korut. Kondisi itu sangat penting sebagai intervensi penyelamatan jiwa.

Ada kebutuhan mendesak akan alat pelindung diri dan alat uji untuk mempersiapkan kemungkinan wabah di Korut. Hal itu mengingat, negara tersebut berbatasan langsung dengan China yang merupakan tempat virus pertama kali diidentifikasi.

Sanksi internasional saat ini melarang berbagai bisnis, perdagangan, dan interaksi lainnya dengan Korut. Sanksi itu dijatuhkan karena senjata nuklir dan program rudal balistik yang dikembangkan negara itu.

Meski hingga sekarang Korut belum mengonfirmasi kasus virus corona baru, tetapi media pemerintah KCNA mengatakan pemerintah memperpanjang periode karantina. Korut melakukan karantina untuk orang yang menunjukkan gejala hingga 30 hari dan harus dipatuhi oleh siapa pun tanpa syarat.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkantor di Pyongyang mengatakan kepada Voice of America belum diberi tahu ada kepastian kasus corona di Korut. Setelah kabar virus menyebar dengan cepat, Korut langsung menutup perbatasan dengan China secara keseluruhan, menghentikan penerbangan dan layanan kereta api, dan menetapkan karantina wajib selama berminggu-minggu untuk orang asing yang baru tiba. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement