Kisah Dokter Muslim di Australia Merawat Pasien Covid-19

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Kamis 07 May 2020 03:01 WIB

Cerita Perawat Muslim Australia Berpuasa Saat Pandemi Covid. Foto: Masjid Omar Bin Al-Khattab di Marion Road, Park Holme, Adelaide, Australia. Foto: news.com.au Cerita Perawat Muslim Australia Berpuasa Saat Pandemi Covid. Foto: Masjid Omar Bin Al-Khattab di Marion Road, Park Holme, Adelaide, Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga kesehatan dan pekerja lainnya di Australia menghadapi beban kerja yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi Covid-19. Mereka bekerja berjam-jam lebih lama dan menghindari risiko terkena virus mematikan tersebut.

Bagi banyak Muslim Australia yang saat ini sedang merayakan bulan puasa Ramadhan, bekerja di sektor-sektor penting mendapatkan tantangan tambahan. Seorang dokter anak di Rumah Sakit Wesley di Brisbane, Dayang Iskandar mengatakan, saat ini dia juga diminta untuk merawat pasien dewasa, termasuk kasus Covid-19.

Baca Juga

Selain itu, ibu dari tiga anak itu juga ikut merawat pasien Covid-19 di unit perawatan intensif. Karena itu, dia merqsa khawatir jika terjangkit Covid-19.  "Pikiran tidak dapat kembali ke keluarga saya jika saya terpapar Covid di tempat kerja," katanya dilansir dari ABC, Selasa (5/5).

Namun, dr Iskandar mendapat dukungan dari rekan-rekannya, sehingga cukup membantunya dalam menjalankan ibadah puasa di tengah Covid-19. "Kamu selalu mendapatkan kembali timmu. Kamu selalu punya orang lain di sebelahmu, di belakangmu, siap untuk mendukungmu," katanya.

Dia menceritakan pengalamannya saat dipanggil ke ICU. Saat dia akan sahur, rekan-rekannya menemaninya. Mereka bahkan menyiapkan roti untuknya agar keesokan harinya bisa menjalankan puasa dengan maksimal sambil bekerja.

"Mereka dengan cepat menyiapkan roti dan teh untuk saya dan menyuruh saya makan sebelum fajar," jelasnya.

 "Aku benar-benar menangis karena aku tidak berharap mereka mengerti. Hatiku penuh dengan rasa terima kasih," imbuhnya.

Sementara itu, seorang perawat lansia, Sari Bui merasa khawatir tentang tertular virus atau berpotensi menginfeksi kliennya dalam kelompok usia yang rentan. Karena itu, dia selalu mengambil tindakan pencegahan seperti memeriksa suhu tubuhnya di rumah sebelum merawat lansia.

Sebagai seorang Muslim, baginya melayani orang tua adalah tindakan ibadah. "Dengan sadar akan kondisi kesehatan saya sendiri, saya juga menjaga klien saya agar tidak sakit," imbuhnya.

Terpopuler