Kamis 14 May 2020 16:15 WIB

Dikira Penagih Hutang, Malah Diberi Duit dan Sembako

Kami kira tadi mau nagih hutang, rupanya kami diberi duit dan sembako bantuan.

Rep: Maman Sudiaman/ Red: Agus Yulianto
Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang didampingi Camat Sekayu Marko Susanto menyerahkan bantuan kepada warga.
Foto: Diskominfo Kabupaten Muba
Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang didampingi Camat Sekayu Marko Susanto menyerahkan bantuan kepada warga.

REPUBLIKA.CO.ID, SEKAYU --  Ekspresi terkejut tampak jelas dari raut wajah Ahmad (90 tahun), kedua lansia yang bermukim di gubuk reot Desa Sukarami Kecamatan Sekayu itu, Kamis (14/5) didatangi langsung oleh Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang didampingi Camat Sekayu Marko Susanto. 

Keduanya tampak kebingungan dengan kedatangan sejumlah pejabat Pemkab Muba dan Perangkat Kecamatan Sekayu, setelah sebelumnya kedua pasangan suami-istri itu tampak sedang berada di depan pintu rumahnya. 

"Terkejut pak, kami kira tadi mau nagih hutang, rupanya kami diberi duit dan sembako bantuan Pemerintah Muba," ucap Kakek Ahmad. 

Kakek Ahmad mengaku, saat kondisi dihadapkan dengan wabah Covid-19 itu dirinya bersama istri lebih banyak berada di rumah dan tidak beraktifitas di luar. Dirinya sangat patuh dengan aturan Pemerintah untuk menghindari penularan Covid-19. 

"Alhamdulillah, walaupun pendapatan berkurang tapi dengan adanya bantuan dari Pemkab Muba ini bisa menyambung hidup sehari-hari. Untuk makan minum dan kebutuhan lainnya bisa terpenuhi," ucapnya. 

Senada diucapkan Yuliarsih (46) warga Sekayu yang didatangi langsung Sekda Muba tersebut tampak kebingungan. Janda yang memiliki tiga orang anak ini mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan Pemkab Muba. 

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat berguna bagi saya dan keluarga pak. Kondisi sekarang memang sangat berdampak bagi keluarga kami," ucapnya. 

Yuliarsih menceritakan, dirinya juga mengalami kebutaan mata serta pengapuran pada kaki sehingga sehari-hari dirinya dirawat oleh ketiga orang anaknya. 

"Jadi penghasilan memang terbatas pak, anak saya masih kecil-kecil. Alhamdulillah bantuan uang dan sembako ini bisa meringankan beban hidup sehari-hari," ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi yang dalam kesempatan tersebut mewakil Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengaku, Pemkab Muba bersama perangkat Kecamatan dan Dinas terkait akan terus menyalurkan bantuan secara door to door. 

"Ini dilakukan guna memastikan mereka yang menerima bantuan memang pantas untuk mendapatkannya," katanya. 

Apriyadi memastikan, bantuan-bantuan yang disalurkan akan mengakomodir semua warga yang terdampak Covid-19. "Bantuan Jaring Pengaman Sosial ini disiapkan untuk ratusan ribu KK, sesuai instruksi pak Bupati untuk mengcover semua warga Muba yang membutuhkan baik yang terdata maupun tidak terdata," tegasnya. 

Ia menjelaskan, adapun bantuan yang disalurkan yakni berupa BLT Dana Desa sebesar Rp600 ribu serta sembako. "Bantuan juga utuh disalurkan ke warga, tidak ada pemotongan dan kita sangat wanti wanti ini," ungkapnya. 

Camat Sekayu, Marko Susanto merinci, ada sebanyak 2.192 KK di Kecamatan Sekayu yang terdata akan mendapatkan bantuan dan khusus di Desa Sukarami ada 239 KK. 

"Untuk bantuan yang disalurkan hari ini yakni BLT Dana Desa sebesar Rp 600 ribu dan ada bantuan secara pribadi pak Sekda yakni berupa beras 10 kilogram setiap KK, semoga bantuan ini bisa bermanfaat," tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement