Ahad 19 Dec 2021 19:04 WIB

Spanduk Ucapan Natal, Stafsus Menag: Kemenag untuk Semua Agama

Kemenag diperuntukkan untuk semua agama termasuk Kristen

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Kemenag diperuntukkan untuk semua agama termasuk Kristen. Ilustrasi ucapan selamat natal
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kemenag diperuntukkan untuk semua agama termasuk Kristen. Ilustrasi ucapan selamat natal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren, Nuruzzaman membenarkan bahwa Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan telah menerbitkan edaran tentang pemasangan spanduk ucapan Natal dan tahun baru (Nataru). Nuruzzaman membantah kabar bahwa Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan telah mencabut edaran tersebut. 

"Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan tidak pernah mencabut surat edaran pemasangan spanduk ucapan Natal dan tahun baru," kata Nuruzzaman melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (18/12). 

Baca Juga

Nuruzzaman mengakui ada permintaan agar Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan mencabut surat edaran tersebut. Namun, itu tidak dilakukan sebab Kemenag adalah instansi vertikal dan juga menjadi representasi dari negara. 

"Kementerian Agama adalah kementerian semua agama, bukan hanya kementerian satu agama. Kementerian Agama berkewajiban mengayomi, melayani, dan menjaga seluruh agama, termasuk merawat kerukunan umat beragama," ujarnya. 

Nuruzzaman mengatakan, negara dalam hal ini Kemenag termasuk Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan berkewajiban melayani semua agama. 

Sebelumnya, Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan mengeluarkan edaran pemasangan spanduk ucapan Natal dan tahun baru (Nataru). Edaran tersebut menjadi polemik. 

Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi, juga merespons polemik boleh tidaknya umat Islam memberikan ucapan selamat Natal kepada saudara-saudara yang beragama Kristiani. 

Menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, ada perbedaan pandangan para ulama dalam menilai ucapan selamat Natal. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement