Jumat 24 Dec 2021 13:28 WIB

Islamic Center di Dallas Jadi Tuan Rumah Kompetisi Robotika

Islamic Center of Dallas menjadi tuan rumah pada ajang kompetisi robotika

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani
Muslim American Society  (MAS) Islamic Center of Dallas menjadi tuan rumah pada ajang kompetisi robotika
Foto: About Islam
Muslim American Society (MAS) Islamic Center of Dallas menjadi tuan rumah pada ajang kompetisi robotika

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON — Muslim American Society  (MAS) Islamic Center of Dallas menjadi tuan rumah pada ajang kompetisi robotika pemuda nasional regional pertama di Texas Utara. Kompetisi robotik ini untuk mendorong prestasi STEM di kalangan siswa muda Muslim.

Seorang ilmuwan penelitian di Sandia National Laboratories yang melatih Marvels of MAS, Dr. Mohamed Ebeida mengatakan, tujuan kompetisi ini adalah untuk melibatkan pemuda Muslim dalam teknologi sejak usia muda. Selain itu memastikan bahwa mereka memahami bahwa Islam adalah agama yang mendorong mereka untuk mengeksplorasi dan unggul dalam berbagai aspek kehidupan.

Acara, yang diadakan selama akhir pekan ini, adalah bagian dari kompetisi nasional yang diadakan oleh FIRST Tech Challenge (FTC), sebuah kompetisi robotika di mana siswa sekolah menengah dan tinggi bersaing head-to-head dengan menciptakan dan memprogram robot mereka sendiri.

MAS Islamic Center of Dallas diyakini sebagai masjid pertama yang mengambil bagian dalam kompetisi.

"Liga ini diselenggarakan oleh komunitas Muslim dengan upaya gabungan antara MAS dan EPIC," kata Dr. Ebeida, yang bekerja untuk Sandia National Laboratories, laboratorium sains dan teknik untuk inovasi keamanan dan teknologi nasional.

Menurutnya, kompetisi ini bukan saja untuk siswa muslim tetapi siswa non muslim juga dapat turut berpartisipasi. Karena tujuan acara ini juga mempromosikan inklusi dan keragaman, mematahkan stereotip dan menciptakan hubungan besar antara Muslim dan non-Muslim.

“Ini adalah pertama kalinya komunitas Muslim kami mengundang tim non-Muslim berusia 12 hingga 18 tahun untuk bersaing di dalam Pusat Islam kami,” tuturnya dilansir dari About Islam, Jumat (24/12).

Peserta dalam program ini terkesan dengan pengalaman tersebut. "Program ini telah memungkinkan tim saya untuk melihat sekilas semua aspek inovatif masa depan seperti pemrograman dengan kecerdasan buatan, bagian kustom pemodelan 3D dan bahkan pemasaran ke perusahaan profesional di bidang teknologi dan kedokteran," kata Eisha Alam (15) salah satu Kapten Tim Marvels.

Banyak siswa Muslim telah berpartisipasi dalam acara STEM serupa baru-baru ini.

Pada Agustus 2018, Zaina Siyed, seorang siswi berusia 15 tahun dari Chino Hills, California menciptakan program sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) gratis untuk gadis-gadis Muslim berusia antara 10 dan 14 tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement